Preservasi Pengetahuan Tradisi Pernikahan Adat Nagari Mungka Di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat
Main Article Content
Abstract
Tradisi pernikahan adat di Nagari Mungka kaya akan nilai filosofis, namun rentan terdegradasi akibat dominasi pewarisan lisan dan modernisasi. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis pemaknaan tradisi sebagai memori budaya, proses pewarisan antargenerasi, konversi pengetahuan, serta tantangan keberlanjutannya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat serta generasi muda, dan studi dokumentasi, dengan teknik analisis interaktif serta triangulasi metode untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan tradisi pernikahan Mungka (maisi piti sasuduik, maecek nasi, locuk/maiyeh, jampuik makan induak bako) berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Namun, berdasarkan model SECI, konversi pengetahuan belum seimbang karena lemahnya dokumentasi tertulis (externalization). Akibatnya, generasi muda mengalami ketimpangan pemahaman (internalization) dimana mengetahui proses ritual tetapi buta esensinya. Keberlanjutan memori budaya ini terancam oleh minimnya literasi adat generasi muda, tingginya mobilitas merantau, pernikahan antardaerah yang memicu penyederhanaan adat, serta krisis regenerasi aktor adat.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.