Paradigma, Praktik, Dan Upaya Penguatan Implementasi Penilaian Dalam Kurikulum Merdeka
Main Article Content
Abstract
Kurikulum Merdeka membawa transformasi fundamental dalam dunia pendidikan Indonesia, salah satunya melalui perubahan paradigma penilaian yang beralih dari orientasi hasil akhir (teacher-centered) menuju penilaian proses yang berpusat pada peserta didik (student-centered). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif paradigma penilaian, praktik implementasi model asesmen, serta berbagai upaya penguatan yang diperlukan dalam Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi literatur (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah serta menganalisis artikel jurnal ilmiah bereputasi yang relevan dengan topik implementasi asesmen. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian dalam Kurikulum Merdeka diintegrasikan secara berkesinambungan melalui tiga pilar utama, yaitu asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif, dengan penekanan kuat pada penggunaan asesmen autentik (seperti proyek, portofolio, dan observasi) guna mengukur kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila. Meskipun menawarkan fleksibilitas, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi guru, beban administrasi yang tinggi, serta prasarana yang belum merata. Oleh karena itu, penguatan implementasi memerlukan langkah strategis terpadu meliputi pelatihan rubrik penilaian, pendampingan berkelanjutan melalui komunitas belajar, penyederhanaan administrasi berbasis teknologi digital, dan pemenuhan sarana pendukung pembelajaran.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.