Representasi Kritik Kebijakan Publik dalam Meme Politik di Media Sosial Indonesia: Analisis Semiotika Roland Barthes
Main Article Content
Abstract
Perkembangan media digital telah mengubah pola masyarakat dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik. Salah satu bentuk komunikasi digital yang semakin dominan adalah meme internet yang digunakan untuk menyampaikan kritik sosial dan politik melalui satire, humor, dan simbol visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dalam meme politik terkait kebijakan publik di Indonesia serta melihat perannya dalam pembentukan opini publik di ruang digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang menelaah lapisan denotasi, konotasi, dan mitos. Objek penelitian terdiri atas tiga meme viral terkait kenaikan harga gas elpiji, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan kebijakan PPN 12% yang beredar di media sosial selama 2024–2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, studi pustaka, dan wawancara mendalam dengan kreator meme @fakkartun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme politik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan digital, tetapi juga menjadi medium komunikasi politik alternatif yang merepresentasikan keresahan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Melalui humor dan satire, meme mampu menyederhanakan isu kebijakan yang kompleks menjadi narasi visual yang lebih mudah dipahami dan disebarluaskan di ruang digital. Penelitian ini juga menemukan bahwa meme berkontribusi terhadap pembentukan opini kolektif dan memperkuat partisipasi publik dalam diskusi daring mengenai isu kebijakan. Temuan penelitian menegaskan bahwa meme telah menjadi bagian dari wacana publik digital kontemporer sekaligus bentuk baru kritik sosial di era media sosial.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.