Relevansi Tokoh Cerita Rakyat Indonesia dalam Pendidikan Modern Refleksi dari Si Kancil Hingga Sang Raja Hutan
Main Article Content
Abstract
Pendidikan modern saat ini sering kali terjebak dalam dikotomi antara kemajuan teknis dan degradasi nilai karakter berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi tokoh cerita rakyat Indonesia khususnya Si Kancil dan sang Raja Hutan dalam konteks pendidikan karakter dan pengembangan kompetensi abad ke-21. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konten, penelitian ini membedah narasi tradisional melalui lensa pedagogi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tokoh Si Kancil, yang sering kali direduksi sebagai simbol kelicikan, dapat direkonstruksi sebagai representasi critical thinking dan creative problem solving yang relevan dengan tuntutan kognitif masa kini. Sementara itu, tokoh Raja Hutan berfungsi sebagai media refleksi mengenai etika kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan manajemen konflik. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi reflektif terhadap tokoh-tokoh ini dalam kurikulum formal tidak hanya memperkuat identitas budaya peserta didik, tetapi juga menyediakan kerangka moral yang konkret dalam menghadapi kompleksitas dunia digital. Simpulan dari penelitian ini menyarankan perlunya revitalisasi narasi lokal dalam materi ajar untuk menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kearifan lokal
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.