Metodologi Penelitian Living Hadis
Main Article Content
Abstract
Kajian hadis dalam tradisi keilmuan Islam terus mengalami perkembangan yang signifikan, tidak hanya berfokus pada aspek tekstual seperti sanad dan matan, tetapi juga pada dimensi sosial yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Salah satu pendekatan yang muncul dalam perkembangan studi hadis kontemporer adalah Living Hadis, yaitu pendekatan yang mengkaji bagaimana hadis dipahami, dipraktikkan, dan diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Pendekatan ini hadir sebagai respons terhadap keterbatasan kajian normatif yang cenderung berorientasi pada teks, sehingga membuka ruang bagi pemahaman hadis yang lebih kontekstual dan empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis metodologi penelitian Living Hadis sebagai pendekatan alternatif dalam memahami hadis dalam konteks kehidupan sosial masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengintegrasikan perspektif fenomenologi, etnografi, dan sosiologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang kaya dan kontekstual. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi, member check, dan pencatatan data secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa metodologi Living Hadis mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap hadis sebagai fenomena sosial yang dinamis. Dalam perspektif ini, hadis tidak hanya berfungsi sebagai teks normatif, tetapi juga sebagai praktik sosial dan budaya yang membentuk perilaku, tradisi, serta identitas keagamaan masyarakat. Pemaknaan hadis bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh latar belakang sosial, budaya, serta pengalaman individu, sehingga melahirkan beragam bentuk praktik keagamaan dalam masyarakat Muslim. Penelitian ini menegaskan bahwa metodologi Living Hadis memiliki kontribusi penting dalam pengembangan studi hadis kontemporer karena mampu menjembatani hubungan antara teks dan konteks. Pendekatan ini memperkaya khazanah keilmuan Islam sekaligus menawarkan pemahaman yang lebih relevan dan aplikatif terhadap dinamika praktik keagamaan umat Islam di era modern.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Angrosino, M. (2017). Doing ethnographic and observational research. Sage Publications.
Asad, T. (1986). The idea of an anthropology of Islam. Georgetown University Press.
Azra, A. (2013). Hadith and social change. Studia Islamika, 20(1), 1–20.
Birt, L., Scott, S., Cavers, D., Campbell, C., & Walter, F. (2019). Member checking: A tool to enhance trustworthiness or merely a nod to validation? Qualitative Health Research, 29(13), 1802–1811.
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.
Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. Sage Publications.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Denzin, N. K. (2018). Triangulation. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), The Sage handbook of qualitative research (5th ed.). Sage Publications.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2011). The Sage handbook of qualitative research (4th ed.). Sage Publications.
Emerson, R. M., Fretz, R. I., & Shaw, L. L. (2018). Writing ethnographic fieldnotes (2nd ed.). University of Chicago Press.
Giddens, A., & Sutton, P. W. (2021). Sociology (8th ed.). Polity Press.
Hammersley, M., & Atkinson, P. (2019). Ethnography: Principles in practice (4th ed.). Routledge.
Kaptein, N. (2013). The study of living hadith. Journal of Islamic Studies, 24(3), 310–330.
Kvale, S., & Brinkmann, S. (2018). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (3rd ed.). Sage Publications.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Masrur, A. (2017). Living hadis di Indonesia. Jurnal Penelitian, 13(2), 190–210.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.
Mustaqim, A. (2015). Paradigma integrasi-interkoneksi dalam studi hadis. Jurnal Ilmu Ushuluddin, 14(2), 120–140.
Mustaqim, A. (2022). Living hadis dan dinamika studi Islam kontemporer. Jurnal Studi Hadis.
O'Reilly, K. (2020). Ethnographic methods (3rd ed.). Routledge.
Qudsy, S. Z. (2014). Living hadis dalam perspektif sosial. Al-Jami'ah, 52(1), 70–90.
Rafiq, A. (2014). Living hadis: Studi atas tradisi keagamaan. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur'an dan Hadis, 15(2), 210–230.
Rafiq, A. (2019). Metodologi penelitian living hadis. Jurnal Living Hadis.
Saldaña, J. (2021). The coding manual for qualitative researchers (4th ed.). Sage Publications.
Schutz, A. (2019). Phenomenology and social reality. Social Research Journal.
Seidman, I. (2019). Interviewing as qualitative research: A guide for researchers in education and the social sciences (5th ed.). Teachers College Press.
Silver, C., & Lewins, A. (2020). Using software in qualitative research: A step-by-step guide. Sage Publications.
Spradley, J. P. (2016). Participant observation. Waveland Press.
Suryadilaga, M. A. (2016). Metodologi penelitian living hadis. Jurnal Living Hadis, 1(1), 1–15.
Suryadilaga, M. A. (2020). Living hadis dalam perspektif sosial-keagamaan.
Turner, B. S. (2020). The new sociology of religion. Routledge.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
Yusuf, M. (2019). Pendekatan living hadis dalam studi Islam. Jurnal Hadis, 8(1), 40–60.