Mengukur Peluang Usaha Budidaya Sayuran Hidroponik untuk Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kota Payakumbuh
Main Article Content
Abstract
Budidaya sayuran hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif untuk ketahanan pangan rumah tangga. Salah satu permasalahan yang sering timbul bagi masyarakat pada saat akan merencanakan mendirikan usaha budidaya sayuran hidroponik adalah menganalisis kelayakan secara finansial usaha tersebut. Penentuan dan perhitungan biaya produksi, biaya peralatan, analisa untung rugi, berapa besar modal dan keuntungan serta tempo waktu pengembalian modal. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kelayakan rencana pendirian usaha budidaya sayuran hidroponik di Kota Payakumbuh dengan pembuatan prototype instalasi hidroponik skala usaha lalu dihitung keperluan modal awal, biaya investasi, biaya operasional, analisis finansial (Profit Margin, R/C Rasio, Break Even Point, Pay Back Period). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat bantu software microsoft excel. Dari hasil penelitian diperoleh nilai R/C ratio sebesar 4,31. Profit margin usaha sayuran hidroponik sebesar 76,8%. BEP harga sayuran hidroponik sebesar Rp. Rp.927,89. Pay Back Periode diperoleh 3,31. Dengan demikian usaha sayuran hidroponik layak dan memberikan keuntungan untuk dikembangkan di Kota Payakumbuh.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ahman, E. 2007. Membina Kompetensi Ekonomi. Grafindo Media Pratama. Bandung
Boediono. 2002. Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No.1 Ekonomi Mikro. Bppee. Yogyakarta.
Damayanti, A. (2017). Analisis Usahatani Selada Sistem Hidroponik Dengan Sistem Nftdi Kecamatan Tenggarong Seberang. Jurnal Magrobis, 17(1), 34-46.
Intan, I. C. (2020). Pelatihan Pembuatan Tanaman Hidroponik Sebagai Usaha Keluarga Bagi Masyarakat Desa Gleumpang Meujim-Jim Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. In Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe (Vol. 3, No. 1).
Istiqomah, S. (2006). Menanam Hidroponik. Ganeca Exact.
Karsono, S, W. Sudarmadjo Dan Y. Sutiyoso. 2002. Hidroponik Skala Rumah Tangga. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Kusuma, Pa, & Priantinah, D. (2012). Efek Pengembalian Investasi (Roi), Laba Per Saham (Eps), Dan Dividen Per Saham (Dps) Terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Periode 2008-2010. Nominal, Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen , 1 (2), 50-64.
Lingga, P. (1984). Hidroponik: Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Niaga Swadaya.
Munawir, S. 2004. Analisis Laporan Keuangan. Liberty. Yogyakarta.
Odelia, H., & Sulistyowati, L. (2020). Analisis Kelayakan Usahatani Paprika Dengan Penggunaan Sistem Irigasi Presisi. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 6(1), 433-447.
Rosliani, R., & Sumarni, N. (2005). Budidaya Tanaman Sayuran Dengan Sistem Hidroponik. Bandung: Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
Soekartawi. 2003. Teori Ekonomi Produksi. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Supari, D . H. 2001. Manajeman Produksi Dan Operasional Agribisnis Hortikultura. Kelompok Gramedia Jakarta.
Sutariyah. 2006. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.
Syafiera, Evy. 2014. Hidroponik Praktis. Trubus Swadaya. Jakarta