Pisang Cavendish Sebagai Ide Dasar Perancangan Sofa Santai
Main Article Content
Abstract
Pisang Cavendish adalah salah satu varietas pisang yang memiliki karakteristik bentuk unik, lengkungan alami, serta tekstur permukaan yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dan karakteristik visual pisang Cavendish sebagai inspirasi utama dalam perancangan sofa santai yang ergonomis dan estetis. Metode perancangan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tahapan eksplorasi, analisis, konsep perancangan, serta prototipe desain. Pada tahap eksplorasi, dilakukan pengamatan terhadap bentuk, tekstur, dan warna pisang Cavendish untuk mengidentifikasi elemen desain yang dapat diaplikasikan ke dalam produk furnitur. Selanjutnya, tahap analisis dilakukan dengan mempertimbangkan aspek ergonomi, kenyamanan, serta fungsi sofa santai berdasarkan studi literatur dan referensi desain yang relevan. Setelah itu, pengembangan konsep dilakukan dengan menerapkan prinsip desain biomimikri untuk mengadaptasi karakteristik pisang Cavendish ke dalam struktur dan estetika sofa. Prototipe desain dibuat dalam bentuk sketsa, model 3D, serta simulasi material guna menguji kenyamanan dan estetika produk yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bentuk lengkung pisang Cavendish pada sofa santai mampu menciptakan desain yang ergonomis, mendukung postur tubuh secara alami, serta memberikan nilai estetika yang unik. Kombinasi material dengan tekstur menyerupai kulit pisang dan pemilihan warna alami semakin memperkuat konsep desain yang harmonis dengan inspirasi utama. Sehingga dalam perancangan mampu memberikan sumbangsih pada perkembangan desain furnitur yang inovatif berbasis eksplorasi bentuk alami serta meningkatkan nilai estetika dan fungsionalitas dalam industri desain interior.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Benyus, J. M. (1997). Biomimicry: Innovation Inspired by Nature. New York: Harper Collins Publishers.
Edy S. (2005). Designing Furniture Teknik Merancang Mebel Kreatif, Yogyakarta: Media Presindo.
Erika mahfudza , Mukarlina1, dan Riza Linda. (2018). Perbanyakan Tunas Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) Secara In Vitro dengan Penambahan Naphthalene Acetic Acid (NAA) dan Air Kelapa. Protobiont. Vol, 7. No,1. 75-79.
Hidayat, A., & Pratiwi, R. (2021). Desain Produk Berbasis Alam. Jakarta: Penerbit Gramedia. https://min.wikipedia.org/wiki/Pisang_cavendish
Norman, D. A. (2004). Emotional Design: Why We Love (or Hate) Everyday Things. The MIT Press: London
Panero Julius dan Martin Zelnik (2003). Dimensi Manusia dan Ruang Interior. Jakarta : Erlangga.
Pheasant, S. T., & Haslegrave, C. M. (2016). Bodyspace: Anthropometry, Ergonomics and the Design of Work. Taylor & Francis Group: Boca Raton
Prawoto, S. (2019). Desain dari Alam. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Santoso, D. (2020). Tren Desain Interior Masa Kini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sastrapradja, S. D. dan M.A. Rifai. 1972. Exploration and conservation of the undeveloped genetic resources in Indonesia forests. In report on the LIPI-MAB Workshop on Natural Resources III-B, Jakarta.
Satuhu dan Supriadi. (1990). Teknik Kultur in Vitro Dalam Holikultur, Jakarta: Penebar Swadaya.
Tahan uji. (2007). Keanekaragaman Jenis Buah-Buahan Asli Indonesia dan Potensinya. B i o d i v e r s i t a s. Vol, 8. No, 2. 157-167.
Ulrich, K. T., & Eppinger, S. D. (2016). Product Design and Development. Boston: McGraw-Hill.
Zainul Arifin MA, Jati Widagdo, & Fivin Bagus SP. (2020). Budaya Rupa Motif Ukir Masjid Mantingan Pada Mebel Ukir Jepar. Jurnal Imajinasi. Vol, XIV. No, 2. 107-116.