Penerapan Art Therapy Untuk Meningkatkan Harga Diri Pada Remaja Dengan Learning Disabilities

Main Article Content

Yohannes Wijaya
Soemiarti Patmonodewo
Sri Tiatri

Abstract

Harga diri merupakan evaluasi individu tentang dirinya sendiri secara positif atau negatif. Individu dengan harga diri yang tinggi mengharapkan kesuksesan, sedangkan harga diri yang rendah menduga kegagalan. Harga diri remaja cenderung menurun pada masa remaja. Normal jika anak mengalami kesulitan membaca, menulis, mengeja, dan berhitung pada tahun pertama atau tahun kedua masuk sekolah, tetapi setelah periode ini, anak seharusnya menguasai kompetensi pada tingkatan yang dasar. Jika terus berlangsung hingga remaja, maka remaja tersebut mungkin memiliki learning disabilities. Remaja tersebut nampak lebih pandai dari pada hasil akademisnya. Terapi yang dapat meningkatkan harga diri adalah art therapy karena dapat meningkapkan pemecahan masalah, kemandirian dan harga diri. Harga diri meningkat ketika berhasil menyelesaikan sebuah karya. Menggambar mempengaruhi emosi, pola pikir, dan kesejahteraan. Otak dan tubuh merespon melalui menggambar, melukis, atau aktivitas seni  sehingga mengklarifikasi art therapy efektif pada berbagai populasi. Akhirnya art therapy diberikan pada tujuh remaja dengan learning disabilitas untuk meningkatkan harga diri remaja. Semua partisipan menunjukkan harga diri rendah. Penelitian ini menggunakan quasi experimental one group pre-test post-test design di mana Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan tes grafis dianalisa untuk mengetahui hasil sebelum dan sesudah dijalankan intervensi. Hasil akhir dari intervensi menyatakan bahwa art therapy dapat meningkatkan harga diri pada remaja dengan learning disabilities dengan hasil uji perbedaan menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok skor pretest dan posttest, z = -2.371, p = .018, two-tailed

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Wijaya, Y., Patmonodewo, S. ., & Tiatri, S. (2024). Penerapan Art Therapy Untuk Meningkatkan Harga Diri Pada Remaja Dengan Learning Disabilities. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1), 1683–1692. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i1.6720
Section
Articles

References

Baron, R. A., & Branscombe, N. R. (2017). Social Psychology, 14/E (With Cd). Pearson Education India.

Buchalter, S. (2014). Raising self-esteem in adults: an eclectic approach with art therapy, CBT and DBT based techniques. Jessica Kingsley Publishers

Dasar, M. P. Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SDLB-B.Estherlita, Ansori, Widiastuti, 2019.

Gussak, D. E., & Rosal, M. L. (Eds.). (2016). The Wiley handbook of art therapy. John Wiley & Sons

Liu, T., De Costa, F., & Yasin, M. A. I. (2023). The impact of dyslexia on the effectiveness of online learning: a systematic literature review. Studies in Media and Communication, 11(6), 101-114. http://dx.doi.org/10.11114/smc.v11i6.5960

MacCullagh, L., Bosanquet, A., & Badcock, N A. (2016). University Students with Dyslexia: A Qualitative Exploratory Study of Learning Practices, Challenges and Strategies. Wiley, 23(1), 3-23. https://doi.org/10.1002/dys.1544

Malchiodi, C. A. (Ed.). (2012). Handbook of art therapy. Guilford Press.

Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. (2014). Abnormal psychology in changing world ninth edition. Person.

Ooko, P A., & Aloka, P J O. (2021, January 29). Using selected behaviour modification practices to enhance reinforcement of reading abilities among dyslexic learners in Kenya. AOSIS, 10. https://doi.org/10.4102/ajod.v10i0.707

Papalia, D. E., dan Feldman, R. D. (2014). Menyelami perkembangan manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Pierson, C. T. (2002). Volunteerism in college: Impacts on cognitive outcomes, learning orientations, and educational aspirations. The University of Iowa.

Rappaport, L. (2009). Focusing-Oriented Art Therapy Accessing the Body’s Wisdom and Creative Intelligence. London and Philadelphia; Jessica Kingsley Publishers.

Reid, G. (2011). Dyslexia: a complete guide for parents and those who help them. New South Wales: John Wiley dan Sons.

Riddick, B. (2010). Living with dyslexia: The social and emotional consequences of specific learning difficulties/disabilities. London : Routledge

Rief, S. F. (2010). The Dyslexia Checklist: A Practical Reference for Parents and Teachers. Jossey-Bass Publishing.

Rosenberg, M. (1965). Rosenberg self-esteem scale (RSE). Acceptance and commitment therapy. Measures package, 61, 52.

Rubin, J. A. (2010). Introduction to art therapy: Sources & resources. Routledge.Santrock, J. W. (2012). Adolescence. New York: McGrow-Hill Companies.

Selikowitz, M. (2012). Dyslexia and other learning difficulties. New York : Oxford University Press.

Soetjiningsih, Gde Ranuh IGN. 2015. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.