Partisipasi Komunitas Kelenteng Kwan Kong Manado dalam Penyelenggaraan Cap Go Meh 2024

Main Article Content

Steven Yones Kawatak
Christine Porajow
Marjorie Boehe

Abstract

Cap Go Meh 2024 merupakan salah satu event pariwisata andalan di Kota Manado yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan. Salah satu partisipan dari event ini adalah Kelenteng Kwan Kong Manado. Partisipasi dalam Cap Go Meh tidak lepas dari adanya keterlibatan komunitas umat yang ada di kelenteng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi komunitas Kelenteng Kwan Kong dalam kegiatan Cap Go Meh 2024, mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan data dikumpulkan melalui wawancara dengan pengelola dan umat Kelenteng Kwan Kong. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk partisipasi komunitas lokal dalam beragam bentuk, seperti pemikiran, tenaga, keterampilan, barang, maupun uang. Namun, demikian ditemukan pula bahwa komunitas umat tidak terlibat aktif dalam ritual sembahyang dan pada tahap evaluasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Kawatak, S. Y., Porajow, C., & Boehe, M. (2024). Partisipasi Komunitas Kelenteng Kwan Kong Manado dalam Penyelenggaraan Cap Go Meh 2024. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(6), 7058–7064. https://doi.org/10.56799/jceki.v3i6.5268
Section
Articles

References

Abdullah, I. A. (2009). Manajemen Konferensi dan Event. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Afifah, S. (2022). Strategi Pemgembangan Objek Wisata Religi (Studi Pada Makom Wali Syaikh Machdum Cahyana Desa Grantung Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga). Purwokerto: Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri.

Buultjen, J., & Cairncross, G. (2015). Event Tourism in Remote Areas: an Examination of the Birdsville Races. Journal of Place Management and Development, 8, 69-84.

Celik, S., & Cetinkaya, M. Y. (2013). Festival in Event Tourism: The Case of International Izmir Art Festival. International Journal of Contemporary Economics and Administrative Sciences, 3(1), 1-21.

Hamijoyo, S. (2007). Pembangunan Masyarakat Berwawasa Partisipasi. Yogayakarta: UGM Press.

Higgins-Desbiolles, F. (2017). Event Tourism and Event Imposition: A Critical Case Study from Kangaroo Island South Australia. Tourism Management, 63, 73-86.

Humas Kementerian Agama RI Provinsi Sulawesi Utara. (2024, Februari 26). Cap Go Meh di Manado Meriah, Kakanwil: Ritual Keagamaan dan Tradisi Kearifan Lokal Bagian dari Moderasi Beragama. Retrieved from Kementerian Agama RI Provinsi Sulawesi Utara: https://sulut.kemenag.go.id/berita/515844/Cap-Go-Meh-di-Manado-Meriah-Kakanwil:-Ritual-Keagamaan-dan-Tradisi-Kearifan-Lokal-Bagian-dari-Moderasi-Beragama

Ismayanti. (2010). Pengantar Pariwisata. Jakarta: PT Gramedia Widisarana Indonesia.

Kawatak, S. Y., Koondoko, Y. Y., & Montolalu, J. D. (2021). Dampak Ekonomi Tomohon International Flower Festival terhadap Petani dan Penjual Bunga Lokal. Lensa Ekonomi, 15(1), 1-10.

Sambeka, B. (2024, Januari 11). Angka Kunjungan Wisatawan Tahun 2023 di Sulut Meningkat Signifikan. Retrieved from Radio Republik Indonesia : https://www.rri.co.id/daerah/511561/angka-kunjungan-wisatawan-tahun-2023-di-sulut-meningkat-signifikan

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Wispandono, R. M., & Zahroni, M. F. (2023). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Religi Aer Mata Ebu di Arosbaya Bangkalan. Jurnal Sinar Manajemen, 10(1), 1-12.

Yoeti, O. A. (2014). Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.