Analisis Yuridis Eksekusi Jaminan Hak Tanggungan oleh Bank Syariah di Pengadilan Agama Kabupaten Semarang

Main Article Content

Dimas Dicky Fatchan
Indra Yuliawan
Muhammad Latif
Endang Kusuma

Abstract

Eksekusi jaminan hak tanggungan oleh bank syariah merupakan akibat hukum dari wanprestasi dalam akad pembiayaan syariah yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana prosedur eksekusi jaminan hak tanggungan oleh bank syariah di Pengadilan Agama Kabupaten Semarang serta apakah pelaksanaannya telah mengedepankan prinsip keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur eksekusi dan menilai penerapan asas keadilan dalam praktiknya. Penelitian ini menggunakan metode hukum yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual, yang didukung data empiris melalui wawancara dengan aparatur Pengadilan Agama Ambarawa dan Bank Syariah Indonesia Ambarawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksekusi jaminan hak tanggungan dilaksanakan melalui tahapan gugatan wanprestasi, putusan berkekuatan hukum tetap, aanmaning, penetapan eksekusi, dan lelang objek jaminan. Secara prosedural, pelaksanaan eksekusi telah sesuai ketentuan hukum dan mencerminkan prinsip keadilan, meskipun masih terdapat kendala dalam efektivitas waktu pelaksanaan. Maka dari itu upaya yang dilakukan bank syariah yakni mengoptimalkan penyelesaian non-litigasi serta meningkatkan koordinasi antar lembaga guna mewujudkan keadilan yang berdasarkan kepastian hukum dan kemanfaatan hukum

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Fatchan, D. D., Yuliawan, I., Latif, M., & Kusuma, E. (2026). Analisis Yuridis Eksekusi Jaminan Hak Tanggungan oleh Bank Syariah di Pengadilan Agama Kabupaten Semarang . J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(3), 2641–2649. https://doi.org/10.56799/j-ceki.v5i3.16849
Section
Articles

References

2006, R. I. (2006). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.

Agustin, H. (2021). Teori bank syariah. JPS (Jurnal Perbankan Syariah), 2(1), 67–83. https://doi.org/10.46367/jps.v2i1.279

Ahmad, A., Fachrurrazy, M., Amalia, M., Fauzi, E., Gaol, S. L., & Efitra, E. (2024). Buku ajar metode penelitian & penulisan hukum. Jakarta: PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Ahmad, I. U. (1992). Islam and the economic challenge. American Journal of Islam and Society, 9. https://doi.org/10.35632/ajis.v9i4.2540

Aida, I. N., Astuti, R. P., Barokah, M., Hermawan, M. R., & Shiddiq, A. (2024). Implementasi prinsip transparansi dalam pembiayaan bank syariah. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2, 552–559.

Alexy, R. (2006). Gustav Radbruch’s concept of law. Ratio Juris, 19(1), 1–11.

Alwi, M., Kara, M., Abdullah, M. W., & Fachrurrazy, M. (2022). Konsep maqasid al-shariah dalam perbankan syariah. Al-Amwal: Journal of Islamic Economic Law, 7(2), 56–80. https://doi.org/10.24256/alw.v7i2.3549

Aprianto, R. A., & Syarifudin. (2022). Implementasi prinsip universal pada apresiasi kinerja pegawai non-Muslim di bank syariah Indonesia. Kabillah: Journal of Social Community, 7(2), 353–361.

Ardyan, E., Boari, Y., Akhmad, A., Yuliyani, L., Hildawati, H., Suarni, A., & Efitra, E. (2023). Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Jakarta: PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Arsensius, A. (2023). Pengaturan hak pakai sebagai objek hak tanggungan atas rumah tinggal warga negara asing. Tanjungpura Law Journal, 7(2), 184. https://doi.org/10.26418/tlj.v7i2.58807

Auda, J. (2022). Akad qard Indonesia perspektif maqasid syariah. [Nama jurnal tidak tersedia], 7(30), 1449–1459.

Benuf, K., Mahmudah, S., & Priyono, E. A. (2019). Metodologi penelitian hukum sebagai instrumen mengurai masalah hukum kontemporer. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 3(2), 145–160.

Darmawan. (2025). Manajemen lembaga keuangan syariah. Jakarta: Bumi Aksara.

Doly, D. (2011). Aspek hukum hak tanggungan dalam pelaksanaan roya. Negara Hukum, 2(1), 107.

Efendy, N., Azhari, F., & Hamdi, F. (2022). Hukum Islam di Indonesia: Sejarah, rekonsepsi dan ius constituendum. Maqashiduna: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(1).

Fajrini, M., et al. (2025). Lembaga keuangan bank. Yogyakarta: CV Gita Lentera.

Faustyna, F., Rudianto, R., Santoso, P., & Hajar, S. (2023). Metode penelitian kualitatif komunikasi. Medan: UMSU Press.

Firmanto, T., et al. (2024). Metodologi penelitian hukum. Jakarta: PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Fitriani, D., & Nazarudin. (2022). Ijarah dalam sistem perbankan syariah. Al-Hiwalah: Sharia Economic Law, 1(1), 37–52. https://doi.org/10.47766/alhiwalah.v1i1.895

Gojali, D. (2019). Penyelesaian non-performing finance di lembaga keuangan syariah. AGHNIYA: Jurnal Ekonomi Islam, 1(1). https://doi.org/10.30596/aghniya.v1i1.2557

Habibi, M. R., & Diah, R. (2022). Peran perbankan syariah dalam perkembangan perekonomian di Indonesia. Maliyah: Jurnal Hukum Bisnis Islam, 12(1), 1–25. https://doi.org/10.15642/maliyah.2022.12.1.1-25

Hafizd, J. Z. (2021). Sejarah hukum Islam di Indonesia. Jurnal Tamaddun, 9(1). https://doi.org/10.24235/tamaddun.v9i1.8087

Handayani, L. T. (n.d.). Buku ajar implementasi teknik analisis data kuantitatif. Jakarta: PT Scifintech Andrew Wijaya.

Ichsan, A. N., Rahma, S. D., & Syahrial, M. (2023). Ekonomi syariah di Indonesia. JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar, 2(2), 129–134. https://doi.org/10.5281/zenodo.12611059

Indonesia, R. (1996). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang hak tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah.

Indonesia, R. (2008). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah.

Irawan, M. (2018). Politik hukum ekonomi syariah dalam perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia. Jurnal Media Hukum, 25(1), 10–21. https://doi.org/10.18196/jmh.2018.0097

Jauzi, I., Faisal, A., & Press, Q. (2016). Bustan al-wa’izin: Suluh penyucian jiwa. Jakarta: Qisthi Press.

Kasyfi, M. A., & Badriyah, S. M. (2025). Pelaksanaan eksekusi jaminan hak tanggungan akibat perusahaan yang melakukan merger. Notarius, 18(1), 157–173. https://doi.org/10.14710/nts.v17i3.55772

Kusjuniati. (2018). Penanganan wanprestasi nasabah pembiayaan perbankan syariah perspektif fiqh muamalah. Jurnal Ekonomi, 3(2), 16.

Luthfiani, A. N., & Yazid, M. (2025). Kesejahteraan sosial dalam perspektif ekonomi Islam. CESJ, 8(1). https://doi.org/10.56750/csej.v8i1.1077

Marnita, M. (2017). Eksekusi jaminan hak tanggungan sebagai upaya penyelesaian pembiayaan bermasalah. FIAT JUSTISIA, 10(3), 525–544. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v10no3.791

Natalia, D., Londa, J. E., & Muaja, H. S. (2021). Eksekusi jaminan fidusia apabila pemberi fidusia cidera janji. Lex Privatum, 9(6), 79–88.

Nawawi, I. (2012). Fikih muamalah klasik dan kontemporer. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nursakti, S. P. (2018). Jaminan hak tanggungan pada produk pembiayaan murabahah dan musyarakah. DiH: Jurnal Ilmu Hukum, 14, 81–98. https://doi.org/10.30996/dih.v0i0.1596

Panjalu, G. F., & Isra, M. I. (2022). Tingkat penerimaan masyarakat terhadap hukum Islam di Indonesia. MAQASID: Jurnal Studi Hukum Islam, 11(2), 26–37.

Susanti, D., Adelia, Z., Amelia, S., Azahra, D. A. P., Ivanka, T., & Lestari, V. I. (2025). Konsep keadilan dan kesejahteraan sosial pada perbankan syariah di Indonesia. Journal of Economics and Business, 3(1), 148–154. https://doi.org/10.61994/econis.v3i1.538

Yahman. (2017). Karakteristik wanprestasi & tindak pidana penipuan. Jakarta: Prenada Media.