Pengaruh Sosial Media Marketing di Instagram Terhadap Penerimaan Informasi pada Komunitas Penggemar Sepak Bola
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social media marketing di Instagram terhadap penerimaan informasi pada komunitas penggemar sepak bola melalui studi pada produk Sepatu Compass Seri Divercity. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanatori dan kerangka Elaboration Likelihood Model (ELM) untuk menjelaskan proses pemrosesan pesan melalui jalur sentral dan periferal. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 49 responden yang memenuhi kriteria sebagai penggemar sepak bola dan pengguna aktif Instagram, dengan teknik purposive dan snowball sampling. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara social media marketing di Instagram terhadap penerimaan informasi, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,862 dan koefisien determinasi sebesar 0,744. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas konten, relevansi pesan, daya tarik visual, serta tingkat engagement berperan penting dalam membentuk perhatian, pemahaman, dan kepercayaan audiens terhadap informasi produk. Hasil penelitian menegaskan bahwa Instagram berfungsi sebagai kanal strategis dalam membangun penerimaan informasi dan memperkuat komunikasi merek, khususnya ketika strategi pemasaran disesuaikan dengan karakteristik dan budaya komunitas sasaran.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Arni, Muhammad. (2005). Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Bogdan, R. C., & Taylor, S. J. (1975). Introduction to Qualitative Research Methods: A Phenomenological Approach to the Social Sciences. New York: John Wiley & Sons.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Effendy, O. U. (2003). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Griffin, E. (2012). A First Look at Communication Theory (8th ed.). New York: McGraw-Hill.
Kim, A. J., & Ko, E. (2012). Do social media marketing activities enhance customer equity? An empirical study of luxury fashion brand. Journal of Business Research, 65(10), 1480–1486.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Harlow: Pearson Education.
Mangold, W. G., & Faulds, D. J. (2009). Social media: The new hybrid element of the promotion mix. Business Horizons, 52(4), 357–365.
Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Petty, R. E., & Cacioppo, J. T. (1986). Communication and Persuasion: Central and Peripheral Routes to Attitude Change. New York: Springer-Verlag.
Sugiyono. (2010). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyanto, M. (2007). Marketing Strategy Top Brand: 9 Langkah Memenangkan Hati Konsumen. Yogyakarta: Andi.
Tuten, T. L., & Solomon, M. R. (2018). Social media marketing (3rd ed.). London: SAGE Publications.
We Are Social & Kepios. (2025). Digital 2025: Indonesia. We Are Social. Diakses dari https://wearesocial.com/id/blog/2025/02/digital-2025/