Diversifikasi Olahan Ikan Mas Khas Toba Menjadi Abon Ikan Dengan Andaliman Sebagai Bentuk Pemanfaatan Potensi Lokal Di Sumut

Main Article Content

Putri Kemala Dewi Lubis
Sabrina Erisa Aulia Sihotang
Khairunnisa Umi Al Mas
Siti Mardiah
Dwi Atika Zahara
Ivan R. Ventris Siahaan

Abstract

Penelitian ini membahas diversifikasi olahan ikan mas khas Toba menjadi Abon Ikan Mas Andaliman sebagai upaya memanfaatkan potensi lokal Sumatera Utara. Latar belakang penelitian berangkat dari tingginya produksi ikan mas di kawasan Danau Toba yang belum diolah secara optimal, serta penggunaan andaliman sebagai rempah khas Batak yang memiliki potensi besar dalam pengembangan produk kuliner daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pengembangan produk, nilai kreatif dan nilai tambah yang dihasilkan, rantai nilai produksi, strategi bisnis, serta dampak ekonomi lokal yang ditimbulkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran, yakni kualitatif deskriptif, kajian literatur, dan eksperimen untuk menentukan formulasi abon yang paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan ikan mas menjadi abon berbumbu andaliman mampu meningkatkan nilai jual produk, memperkuat identitas kuliner lokal, serta menciptakan peluang pasar yang luas, terutama sebagai oleh-oleh khas Sumatera Utara. Selain itu, produk ini memberikan dampak ekonomi positif bagi pembudidaya ikan, petani andaliman, pelaku UMKM, dan tenaga kerja lokal. Secara keseluruhan, inovasi abon ikan mas andaliman tidak hanya berperan dalam memperkaya ragam kuliner daerah, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Putri Kemala Dewi Lubis, Sabrina Erisa Aulia Sihotang, Khairunnisa Umi Al Mas, Siti Mardiah, Dwi Atika Zahara, & Ivan R. Ventris Siahaan. (2026). Diversifikasi Olahan Ikan Mas Khas Toba Menjadi Abon Ikan Dengan Andaliman Sebagai Bentuk Pemanfaatan Potensi Lokal Di Sumut. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(2), 2072–2080. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i2.13953
Section
Articles

References

Hutauruk, s., purba, m. A., & siregar, b. L. (2023). Karakterisasi morfologi tanaman andaliman (zanthoxylum acanthopodium dc.) Di beberapa desa kecamatan dolog masagal kabupaten simalungun. Agrosustain journal of agrotecnology and sustainability, 1(2), 72–80.

Kholibrina, C. R., & Aswandi, A. (2021). The Ethnobotany and Ethnomedicine of Zanthoxylum acanthopodium in Lake Toba, North Sumatra, Indonesia. Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands, 10(1), 78–90. Https://doi.org/10.36706/JLSO.10.1.2021.526.

Mahendredatta, M., Zainal, Suryani, & Asfar, M. (2018). Peningkatan Pendapatan Masyarakat Maros Melalui Usaha Komersial Abon Ikan Air Tawar. Jurnal Panrita Abdi, 2(2), 142–150.

Naralyawan, p. F., bonan, r., & sormin, d. (2024). Mutu abon ikan layang (decapterus sp.) Asal banda. Jurnal teknologi hasil perikanan, 04(1), 2–8.

Ompusunggu, n. P., & irawati, w. (2021). Jurnal biologi tropis andaliman ( zanthoxylum acanthopodium dc .), a rare endemic plant from north sumatra that rich in essential oils and potentially as antioxidant and antibacterial. Jurnal biologi tropis, 3, 1063 – 1072.

Putri, a. A., sumule, o., latuconsina, n., khasanah, r., khotimah, h., laga, s., & handarini, k. (2023). Karakteristik mutu abon ikan sapu-sapu (pterygoplichthys pardalis) dari perairan danau tempe , sulawesi selatan. Jphpi, 26(2), 291–302.

Safitri, i. N., marliyati, s. A., & nasution, z. (2025). Pengembangan abon ikan kembung dan kerang hijau sebagai alternatif lauk tinggi protein dan zat besi. J. Gizi dietetik, 4(3), 227–234.

Sinaga, k. (2023). Buah andaliman sebagai sumber antioksidan.

Sukmiwati, m., diharmi, a., & sari, i. N. (2024). Profil asam lemak abon ikan dengan penambahan buah nangka selama penyimpanan. Jphpi, 27(9), 754–764.

Wijaya, c. H., napitupulu, f. I., & pertanian, f. T. (2019). Andaliman (zanthoxylum acanthopodium dc.), rempah fungsional lokal potensi global. Direktorat publikasi ilmiah dan informasi strategis (dpis), (01), 28–31.