Peran Insinyur dalam Proses Pengendalian Mutu Pekerjaan Konstruksi (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jalan Lingkung di Kabupaten Pasaman Barat)

Main Article Content

Mariandi Saputra
Ari Syaiful Rahman Arifin

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran insinyur dalam pengendalian mutu pekerjaan konstruksi pada pembangunan jalan lingkungan di Kabupaten Pasaman Barat. Permasalahan utama pada tahap awal proyek adalah inkonsistensi mutu beton akibat penggunaan metode pencampuran manual (site mix) yang tidak memenuhi standar SNI dan ACI, terutama terkait waktu pengadukan yang terlalu singkat, putaran molen yang tidak terkalibrasi, urutan pencampuran yang keliru, serta kurangnya perawatan peralatan sehingga memengaruhi homogenitas campuran. Seiring meningkatnya tuntutan kualitas, proyek kemudian beralih menggunakan beton ready mix untuk memastikan mutu yang lebih stabil dan konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen teknis, observasi lapangan, dan pengujian mutu beton, termasuk slump test, pengambilan sampel kubus, dan core drill. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran insinyur sangat krusial dalam memastikan pelaksanaan konstruksi sesuai standar teknis, mulai dari persiapan, pengawasan metode kerja, hingga verifikasi mutu melalui uji laboratorium. Penerapan strategi pengendalian mutu oleh insinyur terbukti efektif dalam menjaga kualitas konstruksi, meningkatkan keselamatan kerja, dan mendukung pencapaian umur rencana perkerasan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi teknis untuk peningkatan mutu pada proyek konstruksi selanjutnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Saputra, M., & Arifin, A. S. R. (2025). Peran Insinyur dalam Proses Pengendalian Mutu Pekerjaan Konstruksi (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jalan Lingkung di Kabupaten Pasaman Barat). J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(1), 3223–3234. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i1.13761
Section
Articles

References

Aldino. (2022). Pengaruh mutu beton terhadap kinerja konstruksi jalan. Jurnal Teknologi dan Konstruksi.

Ali, M., Rahman, A., & Yusuf, T. (2022). Quality control in construction project management. Journal of Construction Engineering.

American Concrete Institute. (2000). ACI manual of concrete practice. ACI.

Austroads. (1992). Pavement design: A guide to the structural design of road pavements. Austroads Publication.

Bakhtiar, A., et al. (2013). Manajemen mutu konstruksi. Penerbit Andi.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1982). Qualitative research for education: An introduction to theory and methods. Allyn and Bacon.

Departemen Pekerjaan Umum. (2005). Spesifikasi umum bidang jalan dan jembatan. Direktorat Jenderal Bina Marga.

Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. (2003). Pd T-14-2003: Perkerasan beton semen portland.

Direktorat Preservasi Jalan. (2017). Panduan teknis pemeliharaan jalan. Kementerian PUPR.

Doyle, P. (1985). Research flowchart methodology. Academic Press.

Federal Highway Administration. (2006). Pavement design and management guide. U.S. Department of Transportation.

Hardiyatmo, H. C. (2015). Perancangan perkerasan jalan raya. Gadjah Mada University Press.

Ibnu Sina. (2022). Metode penelitian kualitatif. PT Raja Grafindo Persada.

Larasati, D. (2023). Profesionalisme insinyur dalam konstruksi. Jurnal Teknik Sipil, 12(1), 14–22.

McAdam, J. L. (1820). McAdam road construction principles. Macmillan Press.

Mestika, Z. (2004). Metode penelitian kepustakaan. UNP Press.

NAVFAC. (1979). Design manual DM-5.4: Pavement design. Naval Facilities Engineering Command.

Purba, A., et al. (2020). Etika profesi dan profesionalisme insinyur. USU Press.

Putra, D., Setiawan, R., & Rahmat, A. (2021). Transition from site mix to ready mix concrete in rural infrastructure projects. Procedia Engineering, 45, 112–120.

Redana, F. (2018). Etika profesi teknik. Penerbit Universitas.

Setiadi, W., et al. (2023). Pengendalian mutu pada pekerjaan konstruksi jalan. Jurnal Infrastruktur dan Material.

Soeharto, I. (1997). Manajemen proyek: Dari konseptual sampai operasional. Erlangga.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Standardisasi Nasional. (2000). SNI 03-2834-2000: Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Badan Standardisasi Nasional.

Standardisasi Nasional. (2012). SNI 7656:2012: Agregat dan ketentuan pencampuran beton. Badan Standardisasi Nasional.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (2009).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan dan Pasaman Barat. (2003).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. (2004).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan. (2006).