Eksplorasi Maksud dan Makna dalam Antologi Puisi Impromptu Terzina Karya Ewith Bahar

Main Article Content

Vivin Diah Triasih
Tisya Bibah Anisa Billah
Aulia Ramadhani
Teja Sesfina Putri
Widia Arahmah
Elmustian Elmustian

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri maksud dan makna yang terkandung dalam antologi puisi Impromptu Terzina karya Ewith Bahar dengan menggunakan pendekatan semiotika. Kumpulan puisi ini terdiri atas karya tiga baris (terzina) yang diciptakan secara spontan, namun mengandung simbolisme yang kuat serta refleksi mendalam terhadap kehidupan. Melalui metode kualitatif dengan analisis deskriptif, penelitian ini berupaya mengungkap tanda-tanda linguistik dan makna tersembunyi di balik pemilihan diksi serta citraan yang digunakan oleh penyair. Hasil analisis menunjukkan bahwa Impromptu Terzina memuat tiga tema pokok, yaitu cinta, spiritualitas, dan sosial. Tema cinta menonjolkan ketulusan serta keabadian rasa; tema spiritual menggambarkan proses refleksi dan perjalanan batin manusia; sedangkan tema sosial mengandung kritik terhadap menurunnya kesadaran literasi dan intelektualitas di tengah masyarakat modern. Dengan gaya bahasa yang singkat, padat, dan penuh simbol, Ewith Bahar berhasil mengubah bentuk minimalis tiga baris menjadi media ekspresi estetika dan filosofi kehidupan. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas apresiasi terhadap puisi kontemporer Indonesia serta memberikan kontribusi pada pengembangan kajian semiotika sastra.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Triasih, V. D., Billah, T. B. A., Ramadhani, A., Putri, T. S., Arahmah, W., & Elmustian, E. (2026). Eksplorasi Maksud dan Makna dalam Antologi Puisi Impromptu Terzina Karya Ewith Bahar. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(2), 1294–1302. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i2.13237
Section
Articles

References

Awangdini, R. A., Elmustian, E., & Syafrial, S. (2021). Respon pembaca terhadap kumpulan puisi Hujan Bulan Juni sepilihan sajak karya Sapardi Djoko Damono. J-LELC: Journal of Language Education, Linguistics, and Culture, 1(1), 1–7.

Esten, M. (1978). Kesusastraan Pengantar Teori & Sejarah. Angkasa.

Francisco, A. S., Widyaningrum, H. K., & Prayoga, W. G. (2024). Makna intensi pada puisi-puisi karya Sutardji Calzoum Bachri. Jurnal Gerakan Aktif Menulis (GERAM), 12(1), 108–117.

Hartini, N. K. (2021). Analisis semiotika makna cinta pada lirik lagu “Tak Sekedar Cinta” karya Dnanda. Jurnal Metamorfosa. Vol 9.

Hasibuan, M. N. S., Hsb, E. R., Hanum, F., & Harahap, N. J. (2020). Kajian semiotik dalam puisi ketika engkau bersembahyang karya emha ainun najib. 8(2), 26–29.

Ismayani, R. M. (2017). Musikalisasi Puisi Berbasislesson Study Sebagai Alternatif Pembelajaran Inovatif. Semantik, 5(2), 1-14. https://doi.org/10.22460/semantik.v5i2.p1-14

Kasrizal, K., & Elmustian, E. (2025). Ekspansi unsur intrinsik Saudagar Bodoh pada Ngidam Daging Pelanduk dan rencana pembelajaran menggunakan teknik ganda. Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 4(1), 21–40. https://doi.org/10.55909/jpbs.v4i1.658

Musliah, S., Halimah, S. N., & Mustika, I. (2019). Sisi Humanisme Tere Liye Dalam Novel “Rembulan Tenggelam Di Wajahmu”. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 1(5), 681–690.

Peirce, C. S. (1982). Logic as Semiotics: The Theory of Sign. Indiana Universty Press.

Pradopo, R. D. (2012). Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ratna, N. K. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sumiyadi. (2012). Sastra Indonesia. Bandung:UPI Press.

Wellek, R., & Warren, A. (1990). Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.