Variasi Bahasa Melayu Baserah dan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi (Kajian Dialektologi)
Main Article Content
Abstract
Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk melihat variasi penggunaan dialek dalam bahasa melayu Baserah dan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi. Serta makna dalam kosa kata yang ada pada bahasa Baserah dan Pangean. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa serta bentuk-bentuk kosa kata dialek melayu Baserah dan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi. Metodologi: Jenis Penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak dan catat dengan teknik pilah sebagai teknik dasar serta teknik hubung banding sebagai teknik lanjutan. Teknik yang digunakan yaitu dengan menemukan variasi pada kosa kata antara dialek bahasa Melayu Baserah dan Pangean. Hasil penelitian: Dalam penelitian ini penulis menemukan variasi serta keanekaragaman bentuk kosa kata dialek melayu Baserah dan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi dalam bahasa yang digunakan sekelompok masyarakat dalam interaksi sosial ketika mengutarakan maksud serta tujuan yang diinginkannya. Berdasarkan hasil analisis kosa kata dalam dialek bahasa Baserah dan Pangean dan Pangean terdapat 40 kosa kata yang sedikit berbeda. Berdasarkan tabel kosa kata dialek melayu Baserah dan Pangean dapat dilihat terdapat beberapa kata yang berbeda dan digunakan oleh penutur guna mengungkapkan sesuatu maupun menyampaikan maksud dan tujuannya. Kosa kata yang terdapat dalam tabel tersebut sering digunakan masyarakat setempat dalam melakukan komunikasi sehari-hari. berdasarkan data yang penulis kumpulkan, maka didapatkan perbedaan yang paling banyak ditemukan antar kedua dialek bahasa Melayu tersebut yakni perbedaan pada fonem /e/ dan /r/. Dialek Melayu Baserah banyak menggunakan fonem /e/ sedangkan Dialek Melayu Pangean banyak menggunakan fonem /r/. Implementasi: Penelitian ini bisa diterapkan di sekolah dan perguruan tinggi karena bisa menjadi pengetahuan untuk siswa dan mahasiswa mengenal bahasa daerah yang termasuk ke dalam rumpun Melayu Riau. Kebaharuan: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan penganalisisan data menggunakan metode padan serta teknik hubung banding menyamakan agar memperoleh data penelitian yang valid pada variasi kosa kata dialek bahasa melayu daerah Baserah dan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Dardjowidjojo, S. (2003). Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Dewi. F., dkk. (2017). Kajian Dialektologi Bahasa Madura Dialek Bangkalan. Jurnal Fonema, 4(2), 43-115.
Dewi, F.R. (2010). Geografi Dialek Bahasa Madura Di Daerah Pesisir Probolinggo. Jurnal Artikulasi, 9(1), 397-466.
Effendy, M.H. (2011). Tinjauan Deskriptif Tentang Varian Bahasa Dialek Pamekasan. Jurnal Okara, 5(1).
Eva Ardiana Indrariani, E.A., & Ningrum, Y.F. (2017). Kajian Kontrastif: Dialek Bahasa Jawa Pesisir dan Pegunungan di Kabupaten Pemalang. Jurnal Bahasa Lingua Scientia, 9(2).
Junaidi, J., Yani, J., & Rismayeti, R. (2016). Variasi Inovasi Leksikal Bahasa Melayu Riau di Kecamatan Pulau Merbau. Jurnal Pustaka Budaya, 3(1), 1-16.
Kridalaksana, H. (2002). Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Maharani, P., & Candra, K. (2018). Variasi Leksikal Bahasa Bali Dialek Kuta Selatan. Mudra Jurnal Seni Budaya, 33(1), 76-84.
Moleong. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulatsih, D. (2016). Inovasi Bentuk Dalam Bahasa Sunda di Kampung Puyuh Koneng, Desa Kencana Harapan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Jurnal Logika, 17(2), 22-35.
Nababan. (1991). Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nadra & Reniwati. (2009). Dialektologi: Teori dan Metode. Yohyakarta: CV Elmatera Publishing
Octavia, W. (2018). Variasi Jargon Chatting Whatsapp Grup Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia. Jurnal Kata, 2 (2), 317.
Pamolango, V.A. (2012). Geografi Dialek Bahasa Saluan. Parafrase Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan, 12(2), 1-45.
Patriantoro. (2017). Dialektologi Bahasa Melayu di Bagian Tengah Aliran Sungai Kapuas Meliputi Kabupaten Sanggau dan Sekadau Kalimantan Barat. Jurnal Magistra, 29(100).
Rahayu, I.M. (2013). Variasi Dialek Bahasa Jawa di Wilayah Kabupaten Ngawi: Kajian Dialektologi. Journal Unair, 1(2).
Ramenndra, D.P. (2013). Variasi Pemakaian Bahasa pada Masyarakat Tutur Kota Singaraja. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2 (2), 275-287.
Sanjoko, Y., dkk. (2016). Dialektologi Bahasa Biak. Metalingua Jurnal, 14(1), 131-144.
Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa.Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Suwito. (1983). Pengantar awal Sosiolinguistik Teori dan Problema. Surakarta: Henary Offset Solo.
Taembo, M. (2016). Kajian Dialek Sosial Fonologi Bahasa Indonesia. Jurnal Kandai, 12(1), 1-16.
Yusra, K., dkk. (2016). Kedudukan Dialektologis Bahasa Sambori Dalam Masyarakat Bima Kontemporer. Jurnal Linguistik Indonesia, 34(2), 147-161.
Zulaeha. I. (2010). Dialektologi: Dialek Geografis dan Dialek Sosial. Yogyakarta: Graha Ilmu.