Deklarasi hingga Minilateralisme: Dualisme ASEAN dalam Upaya Counterterrorism
Main Article Content
Abstract
Asia Tenggara pasca-serangan 11 September 2001 dihadapkan pada dinamika ancaman terorisme yang terus berevolusi, bertransformasi dari jaringan terpusat Al-Qaeda menjadi sel-sel terdesentralisasi yang terinspirasi oleh ISIS. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontra-terorisme ASEAN. Dengan menggunakan metode kualitatif process tracing, penelitian ini menguji tesis bahwa kendala struktural yang inheren pada ASEAN Way, khususnya prinsip non-intervensi dan konsensus, telah menciptakan kesenjangan antara pengambilan keputusan yang formal dengan kebutuhan respons keamanan yang operasional. Temuan menunjukkan dualisme fundamental; ASEAN berhasil membangun pelembagaan diplomasi dan kerangka hukum yang komprehensif, di sisi lain, implementasinya terhambat secara signifikan oleh proses pengambilan keputusan yang condong seremonial. Temuan utama dari tulisan ini mengidentifikasi bahwa hambatan struktural tersebut telah mendorong pergeseran paradigmatik yang pragmatis dari multilateralisme yang luas menuju mekanisme keamanan minilateral yang lebih fungsional diantara negara-negara anggota ASEAN. Implikasinya, fenomena ini tidak hanya menawarkan solusi operasional yang lebih efektif tetapi juga secara fundamental menantang sentralitas ASEAN dalam tata kelola keamanan regional di masa depan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
ASEAN. (2002). ASEAN–United States of America joint declaration for cooperation to combat international terrorism, Bandar Seri Begawan, 1 August 2002. https://asean.org/asean-united-states-of-america-joint-declaration-for-cooperation-to-combat-international-terrorism-bandar-seri-begawan-1-august-2002/
ASEAN. (2018). ASEAN declaration on joint action to counter terrorism. https://asean.org/2001-asean-declaration-on-joint-action-to-counter-terrorism/
ASEAN. (2023). ASEAN handbook: Promising practices on deradicalisation, rehabilitation and reintegration of prison inmates related to terrorism and violent extremism.
Butar Butar, A. M. K. (2022). Kerangka kontraterorisme ASEAN: Tantangan kerja sama regional di Asia Tenggara. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 9(2), 222–236. https://doi.org/10.38043/jids.v9i2.6884
Collier, D. (2011). Understanding process tracing. PS: Political Science & Politics, 44(4), 823–830.
Heiduk, F., & Wilkins, T. (2024). Minilateralism and pathways to institutional progression: Alliance formation or cooperative security governance? Australian Journal of International Affairs, 78(6), 1–20. https://doi.org/10.1080/10357718.2024.2416566
Hummel, K. (2023). The digital terror financing of Central Asian jihadists. Combating Terrorism Center at West Point.
BBC News Indonesia. (2024). Jamaah Islamiyah bubar, eks pemimpinnya janji tinggalkan “jalan kekerasan” – Apa motif di belakangnya dan benarkah JI memilih “mengubah citra” agar diterima masyarakat?
Mladenov, N. (2023). Minilateralism: A concept that is changing the world order. The Washington Institute.
Mujib, S., & Halkis, M. (2022). Upaya Pemerintah Malaysia menanggulangi masalah terorisme. Sospol, 8(2), 225–240. https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v8i2.22549
Pillar, P. D. (2012). Counterterrorism. In Security studies. Routledge.
PPATK. (2024). Platform pertukaran informasi pendanaan terorisme berbasis blockchain: Solusi regional atasi pendanaan terorisme.
Prajogo, P. (2022). Kepemimpinan Indonesia di ASEAN Our Eyes Initiative (OEI) untuk memerangi terorisme di kawasan. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 3181–3189. https://doi.org/10.31316/jk.v6i2.3291
Rusfiana, Y. (2018). Diplomasi pertahanan Indonesia dalam ASEAN Defence Ministerial Meeting (ADMM). Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 4(2). https://doi.org/10.33172/jpbh.v4i2.335
Al Jazeera. (2024). Southeast Asia armed group Jemaah Islamiyah to disband: Report.
Hudson Institute. (2024). The history and evolution of the Islamic State in Southeast Asia.
Trisna Cintya Dewi, N. I. K., & I Cornila Desyana, E. Y. (2024). Kilas balik 21 tahun Bom JW Marriot: Bom bunuh diri tewaskan 12 orang. Tempo.
Wiswayana, W. M. (2023). Kerja sama trilateral Indonesia–Malaysia–Filipina di Perairan Sulu sebagai alternatif kerja sama keamanan kawasan maritim. Jurnal Keamanan Nasional, 9(1), 181–202.
Yakub, E. M. (2019). ASEAN susun rencana kerja cegah radikalisasi di Bali. Antara News.