Merawat Ikatan Emosional di Tanah Matrilineal: Studi Psikologi Indigenous tentang Kedekatan Ibu dan Anak Minangkabau

Main Article Content

Dini Dwinanda Putri
Rizki Setiawan

Abstract

This study explores the emotional closeness between mothers and children in Minangkabau society, which is shaped by a matrilineal kinship system and strong cultural values. The research aims to describe and analyze the meaning and dynamics of mother-child closeness from an indigenous psychology perspective. Employing a qualitative approach with a contextual reflective method, data were collected from 103 Minangkabau participants aged up to 27 years using open-ended questionnaires. The researcher served as the main instrument, and thematic analysis was applied to identify key patterns in responses. Results show that mothers play a central role in nurturing, transmitting cultural values, and fostering emotional bonds, with most participants reporting a very close relationship with their mothers. The study concludes that mother-child closeness in Minangkabau is deeply rooted in cultural traditions and remains resilient despite social changes.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Putri, D. D., & Rizki Setiawan. (2026). Merawat Ikatan Emosional di Tanah Matrilineal: Studi Psikologi Indigenous tentang Kedekatan Ibu dan Anak Minangkabau. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(2), 26–32. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i2.12255
Section
Articles

References

Arafani, A., Handrianto, C., Uçar, A. S., & Karneli, Y. (2021). Disputing irrational belief in adolescent using cognitive simulation: A case study. Spektrum: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS), 9(2), 230-236. https://doi.org/10.21009/spektrum.092.10

Azwar. (2019). Perubahan relasi sosial dalam kelompok kekerabatan matrilineal Minangkabau di pinggiran kota (Studi Kasus di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang). Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 22(3), 194-205. http://repository.unand.ac.id/4041/1/Azwar_Artikel.pdf

Berry, J. W. (1989). Imposed etics—emics—derived etics: The operationalization of a compelling idea. International Journal of Psychology, 24(6), 721-735. https://doi.org/10.1080/00207598908247841

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781506335193

Emzir. (2021). Metodologi penelitian kualitatif: Analisis data. Rajawali Pers. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&q=Emzir+2021+Metodologi+Penelitian+Kualitatif

Firdaus, D. R. S. (2022). A congruous model of matrilineal culture inheritance. Jurnal Ilmu Komunikasi, 20(2), 123-135. https://doi.org/10.26499/jik.v20i2.4132

Handrianto, C., Jusoh, A. J., Syuraini, S., Rouzi, K. S., & Alghazo, A. (2022). The implementation of a mentoring strategy for teachers’ professional development in elementary school. Elementary: Islamic Teacher Journal, 10(1), 65-80. https://doi.org/10.21043/elementary.v10i1.13336

Hartati, N., & Yuniarti, K. W. (2020). Apakah sistem kekerabatan matrilinieal di suku Minang masih membudaya? Analisis tematik pada makna pemberian dukungan sosial mamak kepada kemenakan. Jurnal Psikologi Sosial, 18(3), 199-210. https://doi.org/10.7454/jps.2020.20

Kim, U. E., & Berry, J. W. (1993). Indigenous psychologies: Research and experience in cultural context. Sage Publications. https://doi.org/10.4135/9781446279207

Naim, M. (1991). Kedudukan wanita Minangkabau dulu, sekarang dan akan datang. Disampaikan pada Simposium Nasional "Wanita di mata hukum dan kenyataan dalam masyarakat". Padang: Kerjasama PP Persahi dan Universitas Ekasakti. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&q=Naim+1991+Kedudukan+Wanita+Minangkabau

Rahmi, D. (2024). Pengaruh modernisasi dalam budaya Minang: Memudarnya penerapan "Kato Nan Ampek". Kumparan.com. https://m.kumparan.com/dwirahmi453/pengaruh-modernisasi-dalam-budaya-minang-memudarnya-penerapan-kato-nan-ampek-22poxMI2mCh

Sandra, A. K., Airlangga, C. S., Hafiz, M., Fadila, N., & Maharani, P. (2023). Kedekatan anak dan ibu dalam suku Minangkabau: Sebuah studi psikologi indigenous. Causalita: Journal of Psychology, 1(2), 26-33. https://doi.org/10.1234/causalita.v1i2.26

Sanjaya, R., & Yuliana, E. (2017). Peran perempuan dalam sistem kekerabatan Minangkabau. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 21(1), 45-56. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&q=Sanjaya+%26+Yuliana+2017+Peran+Perempuan+Minangkabau

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D (3rd ed.). Alfabeta. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&q=Sugiyono+2022+Metode+Penelitian

Sukmawati, E. (2019). Filosofi sistem kekerabatan matrilineal sebagai perlindungan sosial keluarga pada masyarakat Minangkabau. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 8(1), 12-26. https://doi.org/10.22219/jiks.v8i1.12-26

Sudaryono, A. (2023). Metodologi penelitian sosial. Rajawali Pers. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&q=Sudaryono+2023+Metodologi+Penelitian+Sosial

Widihastuti, S., Kuncorowati, P. W., & Nurhayati, I. (2019). Pudarnya peran mamak Minangkabau perantauan di Kota Yogyakarta terhadap kemenakan. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(2), 187-198. https://doi.org/10.21831/jc.v16i2.28798