Konseling Kelompok Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) Untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Pada Pelaku Bullying
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan layanan konseling kelompok Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) dalam meningkatkan regulasi emosi pada siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 12 orang siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen yang terdiri dari 6 orang sampel dan kelompok kontrol terdiri dari 6 orang sampel. Jenis analisis data menggunakan analisis kuantitatif menggunakan uji Mann Whiney hasil analisis data sebelum diberikan konseling kelompok Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) menunjukkan 5 orang siswa berada pada klasifikasi rendah sedangkan 1 orang siswa berada pada klasifikasi sangat rendah dan Sesudah diberikan konseling kelompok Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) menunjukkan 6 orang siswa berada pada klasifikasi tinggi. Hasil analisis menggunakan uji Mann Whiney menunjukkan bahwa nilai signifikansi atau Sig. (2-tailed) sebesar 0,004 yang berarti bahwa nilai signifikansi < 0,005. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat dibuktikan bahwa konseling kelompok Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) efektif untuk meningkatkan regulasi emosi siswa.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Amaliyah, N. (2025). Strategi Konseling Individual Berbasis Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Penguatan Self-Esteem Siswa. Jurnal Konseling, 6(3), 77–82. https://doi.org/10.31960/konseling.v6i3.2686
Ariefa Efianingrum, S., & Dwiningrum, S. I. A. (2021). Cyberbullying pelajar SMA di media sosial: Prevalensi dan rekomendasi. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 8(1), 144–153. https://doi.org/10.21831/jppfa.v8i2.38300
Arifyadi, A., Lestari, M., Riyadi, N. E. W., & Hasan, H. (2023). Pengaruh Orang Tua dan Guru Bimbingan dan Konseling Terhadap Perilaku Cyberbullying. Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan, 7(1), 97-104.
Asyifah, C., Firmansyah, M. A., & Budiman, D. A. (2024). Kasus bullying dunia pendidikan di Indonesia dari perspektif media dan pemberitaannya. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 9(1), 374–383. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v9i1.14855
Dewi, A., & Savira, S. I. (2021). Hubungan antara regulasi emosi dengan asertivitas pada siswa sekolah menengah pertama. Chapter: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(6), 1–10.
Gani, A. A., Pramintari, R. D., & Nurhidayah, S. (2025). Kesulitan regulasi emosi dan bystander terhadap perilaku bullying remaja. Jurnal Psikologi Remaja, 17(1), 31–47.
Hasan, H., Sugiharto, D. Y. P., & Sunawan, S. (2019). Group counseling of cognitive behavior with self instruction technique on self efficacy and academic burnout. Jurnal Bimbingan Konseling, 8(1), 91-96.
Koenang, A. A. Q. (2024). Efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam mengurangi perilaku bullying verbal pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 4 Kotabumi. Jurnal Konseling Sekolah, 4(1), 55– 63.
Lestari, M., Hanurawan, F., Muslihati, M., Hambali, I., Irawan, A. W., & Hasan, H. (2024). Internalizing an Islamic culture of inner and social peace to reduce student aggression in higher education. Islamic Guidance and Counseling Journal, 7(2). https://doi.org/10.25217/0020247488800
Mariyam, S. H., Elliya, R., & Triyoso, T. (2025). Hubungan perilaku bullying terhadap kemampuan interaksi sosial dan kepercayaan diri pada siswa/siswi di SMP Negeri 26 Bandar Lampung. Malahayati Nursing Journal, 7(2), 847–861. https://doi.org/10.33024/mnj.v7i2.16749
Mardatilla, M., Hasan, H., Syahran, R., Zuniati, M., & Latief, A. (2025). Effectiveness of Group Counseling Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) To Reduce Abuse of Smartphones by Students. Grief and Trauma, 3(1), 8–16. https://doi.org/10.59388/gt.v3i1.690
Maria Natalia Bete, A. (2023). Peran guru dalam mengatasi bullying di SMA Negeri Sasitamean Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP), 8(1), 15–25.
Muthia, S., Sarry, S. M., & Purna, R. S. (2024). Pengaruh self-efficacy terhadap kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa yang mengikuti program Generasi Berencana (Genre). Jurnal Psibernetika, 17(1), 10–22. https://doi.org/10.30813/psibernetika
Nadila, E. Y., & Syarif, S. (2021). Analisis konseling Rational-Emotive Behavior. JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 1(September), 99–110.
Ningtyas, A. A., & Wiyono, B. D. (2022). Efektivitas konseling kelompok Rational-Emotive Behavior Therapy untuk meningkatkan regulasi emosi peserta didik SMA. Jurnal BK UNESA, 12(4), 1071–1080.
Palenza, N. R., Karneli, Y., & Netrawati, N. (2025). Penerapan konseling kelompok REBT dalam menangani disfungsi emosional remaja. Jurnal Konseling dan Psikologi Remaja, 5(2), 115–127.
Putri, T., & Arisona, A. (2024). Pendekatan Rational Emotive Behaviour Therapy dalam konseling kelompok. Jurnal Konseling Universitas Negeri Surabaya, 9(1), 105–118.
Rusmaladewi, I., Kamala, I., & Anggraini, H. (2020). Regulasi emosi pada mahasiswa selama proses pembelajaran daring di Program Studi PG-PAUD FKIP UPR. Jurnal Pendidikan dan Psikologi Pintar Harati, 16(2), 43–52.
Santosa, M., & Sugiarti, R. (2022). Studi literatur: Perilaku bullying terhadap regulasi emosi pada remaja di sekolah. Jurnal Psikologi Remaja, 4, 474– 481.