Evaluasi Pelatihan Hazardous Material & MSDS Awareness Dalam Meningkatkan Kesadaran K3 Di Sektor Pertambangan
Main Article Content
Abstract
Pelatihan Hazardous Material & MSDS Awareness merupakan langkah strategis dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di sektor pertambangan yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan bahan berbahaya dan beracun (B3). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-empiris melalui studi lapangan di Divisi Supply Chain PT Kaltim Prima Coal dengan sepuluh peserta dari bagian Material Handling & Land Transport dan Warehouseman. Data dikumpulkan melalui observasi dan diskusi interaktif, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap fungsi dan isi Material Safety Data Sheet (MSDS) serta kemampuan mengenali simbol GHS. Metode interaktif dan simulasi tanggap darurat terbukti meningkatkan retensi informasi, koordinasi tim, serta kesiapan menghadapi insiden bahan kimia. Pelatihan berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun budaya keselamatan yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
[1] Aulia, P. M. H. R., Syamila, A. I., & Ode, T. A. (2024). Evaluation of hazard communication implementation in the “X” Limited Liability Company (LLC) based on OSHA document standard. Journal of Public Health in Tropical Coastal Region, 7(2), 193–208. https://doi.org/10.14710/jphtcr.v7i2.23924
[2] Yulianto, A. D., Riyanti, L. E., & Rukisman, A. N. B. (2021). Analisis penanganan bahan berbahaya dalam mempertahankan tingkat keselamatan dan keamanan pekerja di PT. Merpati Maintenance Facility Surabaya. Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi, 14(1), 87–98. https://doi.org/10.54147/langitbiru.v14i01.402
[3] Mehmet, F. (2024). Use of material safety data sheet in workplaces. Journal of Basic Health, 3(1), 15–18. https://doi.org/10.5281/zenodo.10894295
[4] Nurcahyo, I. F., Heraldy, E., Nugrahaningtyas, K. D., & Hidayat, Y. (2024). Pelatihan keselamatan bahan gas berbahaya untuk teknisi mesin pendingin. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(1), 165–168. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.2031
[5] Putri Lestari, D., Rivai, H. A., & Lukito, H. (2025). Analisis implementasi program keselamatan, kesehatan kerja (K3) dan dampaknya terhadap produktivitas pada karyawan PT Tiga Laskar Beton. Paradigma: Jurnal Ilmu Ekonomi, 8(4), 401–405. https://doi.org/10.57178/paradoks.v8i4.1802
[6] Gustav, J. S., Sari, R. K., & Nurriwanti, N. S. S. (2024). Kesadaran pengelolaan limbah B3 sesuai peraturan perundangan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 6(4), 146–155. https://doi.org/10.57214/pengabmas.v6i4.615
[7] Normah, N., Adhiyanti, N., Yulianti, D. H., Pertiwi, G. F., & Fazira, Y. (2024). Efektivitas sosialisasi bahaya bahan kimia melalui simbol Globally Harmonized System (GHS) dan lembar data keselamatan (SDS) pada siswa sekolah menengah atas. Jurnal Abdimas Prakasa Dakara, 4(2), 154–163. https://doi.org/10.37640/japd.v4i2.2114
[8] R. I., & Prihatini, E. (2023). Tata kelola bahan kimia di laboratorium dengan sistem dokumen dan perangkat lunak Chemical Inventory Management System (CIMS) berbasis Excel. Indonesian Journal of Laboratory, 4887, 135–144. https://file:///C:/Users/User/Downloads/82022-329361-2-PB.pdf
[9] Wicaksono, A. S., et al. (2025). Peningkatan kompetensi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui workshop interaktif bagi siswa SMKN 6 Malang: Analisis dampak dan implementasi media edukatif. Journal of Community Service Mei, 7(2), 342. http://journal-center.litpam.com/index.php/
[10] Supartha, B., & Widanarko, I. G. G. R. (2023). Evaluasi manajemen sistem tanggap darurat dan kontinuitas bisnis pada industri kimia di PT. X. Jurnal Cahaya Mandalika, 3(2), 901–913. https://doi.org/10.36312/jcm.v3i2.2055
[11] Krisyanti, N., Budiono, N. D., & Pasca. (2024). Pengaruh budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap unsafe action pada pekerja di PT X divisi fabrikasi baja. Kesehatan Ilmiah Indonesia, 9(2), 1–6. https://doi.org/10.51933/health.v9i2.1766
[12] Ratnasari, S. A., & Iriani, T. (2024). Pengembangan bahan ajar berbasis microlearning untuk materi K3 angkat dan angkut mata kuliah keselamatan dan kesehatan kerja. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 29347–29359. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/17615
[13] Mukti, A. D., Panjaitan, M. M. L. W., & Lukas. (2024). Pencegahan keadaan darurat industri kimia: Studi kasus PT XYZ. Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering, 6(July), 94–101.
https://file:///C:/Users/User/Downloads/27802-81343-1-PB.pdf