Peran Lapas dalam Mendorong Self-Improvement Pembinaan Narapidana Geng di Lapas Kelas IIA Bogor

Main Article Content

Alrizki Indrawan
Meitisa Vanya Simanjuntak

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lapas Kelas IIA Bogor dalam mendorong self-improvement bagi narapidana yang tergabung dalam kelompok geng, guna mengarahkan mereka menuju perubahan diri yang positif dan kesiapan reintegrasi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap petugas lapas serta narapidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapas berperan signifikan sebagai fasilitator rehabilitasi melalui pembinaan kepribadian, spiritual, sosial, dan keterampilan. Program tersebut efektif dalam meningkatkan kesadaran diri, pengendalian emosi, motivasi internal, empati, serta keterampilan sosial narapidana. Namun, pelaksanaannya menghadapi berbagai kendala seperti dominasi solidaritas geng, rendahnya kesadaran perubahan, keterbatasan sumber daya, dan ketergantungan pada motivasi eksternal. Kesimpulannya, pembinaan berbasis self-improvement dapat menjadi strategi efektif dalam rehabilitasi narapidana geng jika didukung oleh pendekatan personal, komunikasi empatik, dan program berkelanjutan. Saran penelitian adalah peningkatan kapasitas petugas, penguatan strategi pembinaan, serta kolaborasi lintas pihak untuk memperkuat proses transformasi narapidana.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Indrawan, A., & Simanjuntak, M. V. (2026). Peran Lapas dalam Mendorong Self-Improvement Pembinaan Narapidana Geng di Lapas Kelas IIA Bogor. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(2), 293–307. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i2.12361
Section
Articles

References

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Baron, R. A. (2004). Social psychology: Understanding human interaction. Boston: Allyn and Bacon.

Debowska, A., Boduszek, D., & Sherretts, N. (2017). Psychopathy, emotional intelligence, and criminal behavior. Deviant Behavior, 38(11), 1240–1251.

https://doi.org/10.1080/01639625.2016.1243097

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2024, 31 Desember). Laporan jumlah penghuni Lapas, Rutan, LPKA, dan LPP tahun 2020–2025.

Diakses 7 Januari 2025 dari https://sdppublik.ditjenpas.go.id/analisa/jumlah-penghuni

Dongoran, M. F. (2021). Pembinaan kesehatan mental dengan intervensi senam yoga pada narapidana Lapas IIB Merauke. Jurnal Masyarakat Negeri Rokania, 2(1), 6–12.

https://doi.org/10.56313/jmnr.v2i1.38

Fahreza, G. M. (2023). Optimalisasi layanan kesehatan mental bagi narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(4), 26–31.

https://doi.org/10.5281/zenodo.10113150

Fatika, R. A. (2024, 1 Oktober). Gangguan kesehatan mental yang paling dikhawatirkan masyarakat Indonesia 2024.

Diakses 4 Januari 2025 dari https://data.goodstats.id

Kaloeti, D. V. (2018). Gambaran depresi narapidana pemasyarakatan X. Jurnal Psikologi, 13(2), 115–123.

https://doi.org/10.24014/jp.v13i2.4156

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Myers, D. G. (2012). Psikologi sosial (Edisi ke-10). Jakarta: Salemba Humanika.

Nawawi, H. (2002). Metode penelitian bidang sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Paterline, B. A., & Orr, D. (2016). Adaptation to prison and inmate self-concept. Journal of Psychology and Behavioral Science, 4(2), 70–79.

Rudi, A. (2023). Efektivitas client-centered therapy terhadap perilaku agresif.

Saleh, A. A. (2020). Psikologi sosial. Parepare: IAIN Parepare Nusantara Press.

Shrestha, G. Y. (2017). Depression among inmates in a regional prison of Eastern Nepal: A cross-sectional study. BMC Psychiatry, 17(1), 1–9.

https://doi.org/10.1186/s12888-017-1514-9

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tamimy, M. F. (2021, 2 Februari). Problematika kesehatan mental narapidana.

Diakses 4 Januari 2025 dari http://www.ditjenpas.go.id/problematika-kesehatan-mental-narapidana

The Zebra. (2024, 26 Juli). Mental health statistics.

Diakses 4 Januari 2025 dari https://www.thezebra.com/resources/research/mental-health-statistics

Universitas Negeri Malang. (2024, 6 Mei). Kasus mental health meningkat, dosen UMM jelaskan penyebab dan solusinya.

Diakses 4 Januari 2025 dari https://www.umm.ac.id

Yusuf, N. (2015). Buku ajar: Keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta: Salemba Medika.

Zainuddin, I., & Zainuddin, I. (2023). Metode penelitian. Purbalingga: Eureka Media Aksara.