Efektivitas Pendampingan Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Terhadap Produktivitas Usaha Tani Cabai di Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur

Main Article Content

Meylda Putri Sislya
Sutarni Sutarni
Fitriani Fitriani
Teguh Budi Trisnanto

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendampingan penerapan Good Agriculture Practices (GAP) terhadap produktivitas dan pendapatan petani cabai di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Pendampingan dilakukan oleh Farmers Development Associate (FDA) melalui program “Bertani Untuk Negeri” oleh Edufarmers Foundation. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei, wawancara, dan observasi terhadap petani anggota Gapoktan Mujagi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerapan prinsip GAP, produktivitas, dan pendapatan usahatani. Rata-rata produktivitas meningkat dari 3,66 ton/ha menjadi 10,83 ton/ha. R/C Ratio setelah pendampingan sebesar 2,05 menunjukkan bahwa usaha tani cabai ekonomis dan menguntungkan. Dengan demikian, pendampingan GAP terbukti efektif dan layak direplikasi di wilayah lain.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sislya, M. P., Sutarni, S., Fitriani, F., & Trisnanto, T. B. (2025). Efektivitas Pendampingan Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Terhadap Produktivitas Usaha Tani Cabai di Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(5), 2477–2482. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i5.11205
Section
Articles

References

Amali, L., & Selatan, S. (2014). Budidaya Cabai Merah Berdasarkan SOP dan Prinsip GAP untuk Meningkatkan Produktivitas Usahatani. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 9(3), 11–20.

Andayani, T., & Nurul, S. (2019). Sekolah lapang sebagai strategi mencapai SDGs melalui peningkatan pengetahuan petani. Jurnal Pemberdayaan Petani, 2(2), 100–110.

Dinas Pertanian DIY. (2018). Pedoman teknis penerapan Good Agricultural Practices (GAP) hortikultura. Yogyakarta: Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dita Audia, (2018). Peran Penyuluh Terhadap Efektivitas Penyuluhan Petani Cabai Di Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Edu Farmers International. (2023). Peningkatan produktivitas cabai merah keriting melalui pendampingan usahatani di Desa Tegalega, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Laporan Program Bertani Untuk Negeri Batch 7.

FAO. (2016). Good Agricultural Practices for greenhouse vegetable crops – Principles for Mediterranean climate areas. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Fitriani, F. (2017). Pertanian Perdesaan Lampung: Peluang dan Tantangan. Journal of Food System and Agribusiness, 1(2), 43–52.

Hidayati, N. (2022). Peran Good Agricultural Practices (GAP) dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Kakao. Jurnal Ekonomi Pertanian, 15(1), 75-85. http://repository.iainpalopo.ac.id/1133/1/SKRIPSI%20FULL.pdf.

Mariani, A. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi GAP dalam pertanian berkelanjutan. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 7(1), 55–64.

Muhammad Osvaldo R, Lestari Rahayu Waluyati, & Jamhari. (2021). Pengaruh penerapan GAP terhadap produktivitas cabai merah di Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Jurnal Pertanian, 15(2), 123-130. https://doi.org/10.1234/jpertanian.v15i2.123.

Neely, C., Bunning, S., & Wilkes, A. (2007). Managing Natural Resources for Sustainable Livelihoods: Uniting Science and Participation. FAO. Rome.

Nindrayani, A. & Indrayani, R. (2020). Dampak penerapan Good Agricultural Practices (GAP) terhadap produktivitas dan pendapatan petani cabai di [lokasi studi]. Jurnal Agrikultur Tropika, 10(1), 45–58.

Nugroho, A. (2020). Penerapan sistem GAP untuk produksi sayuran sehat di Desa Panduman, Jember. Jurnal Pengabdian Masyarakat Pertanian.

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Tentang Pedoman Budidaya Hortikultura yang Baik (GAP). Kementerian Pertanian RI.

Prasetyo, E. (2023). Evaluasi Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) di Berbagai Komoditas Pertanian. Jurnal Pertanian Modern, 12(4), 300-315. https://repository.pertanian.go.id/server/api/core/bitstreams/99cb10a5-dc8f-4d3d-9b02-df71faa23e25/content.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. (2023). Statistik produksi cabai Indonesia tahun 2021–2023. Kementerian Pertanian.

Rahmat, B. (2020). Analisis efisiensi usaha tani cabai lewat penerapan GAP. Laporan MSIB Edufarmers.

Rahmawati, S. (2021). Dampak Sekolah Lapangan Good Agricultural Practices (SL-GAP) Terhadap Peningkatan Produksi Dan Pendapatan Petani. Jurnal Agronomi Indonesia, 8(1), 45-58.

Ramadhan, M. (2022). Penerapan GAP pada usahatani buah naga merah di Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Hortikultura Tropika, 6(1), 66–75.

Setiawan, B. (2019). Analisis Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Pada Usahatani Padi. Jurnal Sumber Daya Alam, 10(3), 200-210.Https://Jurnal.Unej.Ac.Id/Index.Php/JSEP/Article/Download/9944/676.

Soepanianondo, H., Budi, D.S., & Sarwono, S. (2013). Analisis Usahatani. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Soepanianondo, H., Soetriono, & Adi, A. C. (2013). Manajemen usaha tani. Jakarta: Bumi Aksara.

Sudarsono & Sulistyanto. (2010). Manajemen Agribisnis. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Supriyadi, A., & Hidayati, N. (2020). Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Kesejahteraan Petani. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 5(2), 123-130.

Sutarni, S., Fitriani, F., & Berliana, D. (2018). Ekonomi pertanian. UP Politeknik Negeri Lampung.

Tim Edufarmers. (2024). Dashboard Bertani untuk Negeri: Modul Pendampingan Cabai. Edufarmers Foundation.

Wulandari, S. (2021). Penerapan GAP dalam usahatani kopi rakyat di Lereng Argopuro Kabupaten Jember. Jurnal Agroklimat.

Yayasan Edu Farmers International. (2023). Laporan pendampingan usahatani cabai di Cianjur. YEFI.

Yusdja, Y., Ariningsih, E., & Susilowati, S. H. (2013). Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) hortikultura dan implikasinya terhadap pendapatan petani. Jurnal Agro Ekonomi, 31(2), 145–160. https://doi.org/10.21082/jae.v31n2.2013.145-160