Analisis Sektor Unggulan Untuk Pengembangan Ekonomi Daerah (Studi Kasus Kabupaten Pamekasan)

Main Article Content

Shela Meilitha Farizkia
Muchtolifah

Abstract

Pengembangan wilayah cepat dan tepat akan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi yang nantinya akan mengurangi tingkat kesenjangan antar wilayah. Dari empat kabupaten yang ada di Pulau Maduran, Kabupaten Pamekasan memiliki tingkat PDRB yang paling rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sektor-sektor ekonomi apa saja yang memiliki keunggulan komparatif untuk dikembangkan. Analisis yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan alat analisis yang digunakan yaitu Analisis LQ, Shift Share, dan MRP. Temuan dari analisis LQ adalah ada delapan sektok yang merupakan sektor basis. Analisis Shift Share Proportional Shift menunjukkan Sektor yang konsisten tumbuh adalah Sektor Industri Pengolahan dan Sektor Informasi dan Komunikasi. Analisis Shift Share Differential Shift menunjukkan bahwa sektor-sektor yang memiliki keuntungan lokasional tiap tahun mengalami penurunan. Analisis Shift Share Potential Regional menunjukkan adanya sektor-sektor yang cenderung mendorong pertumbuhan di tingkat provinsi. Analisis MRP dari tahun 2016-2020 menunjukkan adanya sektor-sektor yang masuk ke dalam klasifikasi 1,3, dan 4.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Shela Meilitha Farizkia, & Muchtolifah. (2022). Analisis Sektor Unggulan Untuk Pengembangan Ekonomi Daerah: (Studi Kasus Kabupaten Pamekasan). ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(6), 1521–1534. Retrieved from https://al-haramjournal.id/JIM/article/view/373
Section
Articles

References

Arliansyah, R. D. (2016). Analisis Potensi Ekonomi Sektoral Pada Empat Kabupaten di Pulau Madura Tahun 2008-2014. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

BPS. (2021). Provinsi Jawa Timur Dalam Angka 2020. Surabaya: Badan Pusat Statistik Jawa Timur.

Dewi, W. S., & Yasa, I. N. (2018). Analisis Sektor Potensial Dalam Menetepakan Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Karangasem. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 7(1), 152-183.

Frisdiantara, C., & Mukhlis, I. (2016). Ekonomi Pembangunan : Sebuah Kajian Teoritis dan Empiris (1 ed.). Malang: Lembaga Penerbitan Universitas Kanjuruhan Malang.

Hadju, I. I., Masinambow, V. A., & Maramis, M. T. (2021). Analisis Ketimpangan Pembangunan Wilayah di Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 21(1), 110-120.

Jhingan, M. L. (2016). Ekonomi Pembangunan dan Perenanaan (16 ed.). Depok: Penerbit PT Rajagrafindo Persada.

Jumiyanti, K. R. (2018). Analisis Location Quotient dalam Penentuan Sektor Basisi dan Non Basis di Kabupaten Gorontalo. Gorontalo Development, 1(1), 30-43.

Margareni, N. P., Djayastra, I. K., & Yasa, I. G. (2016). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di Provinsi Bali. Jurnal Kependudukan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, 12(1), 101-110.

Sukirno, S. (2010). Makroekonomi: Teori Pengantar (3 ed.). Jakarta: Rajawali Press.

Suprijati, J., & Yakin, A. (2017). Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan Setelah Adanya Pembangunan Jembatan Suramadu (Analisis Teori Harrod-Domar). Jurnal Ekonomi Pembangunan, 24(1).

Suryani, A. S. (2019). Analisis Location Quotient dan Shift Share Pascabencana Alam di Provinsi Jawa Tengah. Kajian, 24(1), 57-74.

Tarigan, R. (2005). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara.

Todaro, M. P. (2008). Pembangunan Ekonomi (9 ed.). Jakarta: Erlangga.

Widodo, T. (2006). Perencanaan Pembangunan, Aplikasi Komputer (Era Otonomi Daerah). Yogyakarta: Penerbit UPP STIM YKPN.