Analisis Penggunaan Akun X (Twitter) @aniesbubble Terhadap Perolehan Suara Paslon 01 Dalam Pemilu 2024
Main Article Content
Abstract
Kampanye politik mengalami perubahan strategi dan pendekatan di era pesatnya perkembangan media sosial, sebagai contoh media sosial yang saat ini digandrungi masyarakat adalah X. Penggunaan platform X dikalangan masyarakat, terutama Generasi Z memiliki peran penting menjelang pemilihan presiden RI 2024. Salah satu akun X yang berhasil mengambil atensi khalayak adalah @aniesbubble, yaitu sebuah akun yang dibentuk untuk memberikan dukungan kepada Paslon 01. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akun X @aniesbubble memersuasi pengguna platform X untuk memberikan suaranya kepada Anies dalam Pemilu 2024 dengan menerapkan Kpopfication. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi dengan subjek penelitiannya adalah komentar para pengikut akun X @aniesbubble. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kultivasi untuk memahami bagaimana paparan informasi yang terus-menerus disampaikan melalui akun X @aniesbubble dapat memengaruhi persepsi dan sikap pemilih. Berdasarkan hasil analisis, pengaruh antara akun X @aniesbubble dan perolehan suara Anies-Muhaimin ternyata berada pada tingkat hubungan yang lemah karena total perolehan suara yang diperoleh pasangan calon presiden dan wakil presiden tersebut hanya sebesar 24,95%. Kesimpulannya adalah jumlah pengikut dan interaksi yang tinggi pada akun X pendukung Anies Baswedan @aniesbubble yang aktif dalam menyebarkan konten-konten terkait kampanye tidak menjadi jaminan tingginya perolehan suara yang didapatkan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aivanni, N. (2020, Juni 22). Kampanye Trump Sepi, 'Diganggu' Fan K-pop dan Pengguna TikTok. Media Indonesia. Dikutip dari https://mediaindonesia.com/internasional/322334/kampanye-trump-sepi-diganggu-fan-k-pop-dan-pengguna-tiktok
Annur, C. M. (2023, November 28). Ada 27 Juta Pengguna Twitter di Indonesia, Terbanyak ke-4 Global. Databoks. Dikutip dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/11/28/ada-27-juta-pengguna-twitter-di-indonesia-terbanyak-ke-4-global
Annur, C. M.. (2024, 31 Januari). Terus Bertambah, Pengguna Twitter Capai 421 Juta Akun pada Akhir 2023. Databoks. Dikutip dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2024/01/31/terus-bertambah-pengguna-twitter-capai-421-juta-akun-pada-akhir-2023
Dedi, A. (2019). Analisis Sistem Pemilihan Umum Serentak 2019. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 5(3), 213-226.
Dewa, C. B., & Safitri, L. A. (2021). Pemanfaatan Media Sosial Tiktok Sebagai Media Promosi Industri Kuliner Di Yogyakarta Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Akun TikTok Javafoodie). Khasanah Ilmu-Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 12(1), 65-71.
Hendri, Ezi. (2019). Komunikasi Persuasif Pendekatan dan Strategi. Dikutip dari https://webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id/ipusnas/publications/books/162461/
Junaidi, J. (2018). Mengenal Teori Kultivasi dalam Ilmu Komunikasi. Jurnal Simbolika: Research and Learning in Communication Study, 4(1), 42-51.
Kim, Y. J. (2022, Januari 22). #KpopTwitter reaches new heights with 7.8 billion global Tweets. X. Dikutip dari https://blog.x.com/en_us/topics/insights/2022/-kpoptwitter-reaches-new-heights-with-7-8-billion-global-tweets
Kurniawan, A. F., Wijayanto, & Manar D. G. (2022). Analisis Etnografi Virtual: Aktivisme Fans K-Pop di Media Sosial dalam Kasus Omnibus Law. Journal of Politic and Government Studies, 11(4), 118–28.
Meliala, Y. H., & Nurdiansyah, T. (2019). Pengaruh Media Sosial Instagram Joko Widodo Terhadap Elektabilitas Joko Widodo Pada Pilpres 2019. Jurnal Pustaka Komunikasi, 2(2), 234-246.
Muliawati, A. (2024, Maret 21). Hasil Pilpres: AMIN 24,95%, Prabowo-Gibran 58,59%, Ganjar-Mahfud 16,47%. Detik. Dikutip dari https://news.detik.com/pemilu/d-7254828/hasil-pilpres-amin-24-95-prabowo-gibran-58-59-ganjar-mahfud-16-47
Mustofa. (2019). Peran Hashtag (#) Dalam Media Sosial Sebagai Upaya Branding Pustakawan. Vol. 7, No. 1 Hal. 22.
Muthmainnah, Zahrah. (2024). Kpopfication Warnai Pilpres 2024, Benarkah Pengaruh Kpopers Sekuat Itu?. Kpopfication Warnai Pilpres 2024, Benarkah Pengaruh Kpopers Sekuat Itu? | kumparan.com. Diakses 17 April 2024.
Nazma, A. A., & Jamiati, K. N. (2024). Kampanye Kreatif Calon Presiden Anis Baswedan pada Media Sosial TikTok. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisplin, 3(3), 86-93.
Nilawanti, Lala. (2023). Begini Sejarah dan Perkembangan K-Pop Hingga Sepopuler Sekarang. https://buku.kompas.com/read/4212/begini-sejarah-dan-perkembangan-k-pop-hingga-sepopuler-sekarang. Diakses 14 April 2024.
Pratama, J. A., Suprijadi, Y., & Zulhanif, Z. (2017). Analisis Sentimen Sosial Media Twitter Dengan Algoritma Machine Learning Menggunakan Software R. Jurnal Fourier, 6(2), 85-89.
Rahmawati, Dwi. (2021). Dibuatkan Lightstick, Nassar Oppa: Aku Bangga Banget!. Diperlakukan bak Idol K-Pop sampai Dibuatkan Lightstick, Nassar Oppa: Aku Bangga Banget! (hipwee.com). Diakses 17 April 2024.
Rinaldo, R., Sari, A. P., & Fardiana, E. (2023). Digital Opinion #Puanadalahharapan Di Media Sosial Twitter Menggunakan Social Network Analysis. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(01), 19-29.
Sabandar, S. (2024, Februari 13). Jelang Pemilu, Simak Kumpulan Momen Kpopfication di Kampanye Pilpres 2024. Liputan6. Dikutip dari https://www.liputan6.com/regional/read/5527078/jelang-pemilu-simak-kumpulan-momen-kpopfication-di-kampanye-pilpres-2024
Salsabilla, R. (2022). Pengaruh Terpaan Konten Tiktok# Shopeehaul Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa Di Kota Pekanbaru (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).
Setiawaty, I. (2024, Januari 18). Memahami Kpopfication Pendukung Anies, Ini Penjelasan Soal Anies Bubble dan Olppaemi Project. Tempo. Dikutip dari https://seleb.tempo.co/read/1822727/memahami-kpopfication-pendukung-anies-ini-penjelasan-soal-anies-bubble-dan-olppaemi-project
Sidik, A. M., & Rizky, Z. M. (2021). Media dan Digitalisasi Gerakan Sosial: Aktivisme K-Poppers di Twitter dalam Merespon Kampanye Trump Tahun 2020 dan Black Lives Matter. Khazanah: Jurnal Mahasiswa, 13(2).
Surahman, S. (2016). Fenomena Berita Kekerasan di Media Televisi (Perspektif Teori Kultivasi) News Media Phenomenon of Violence in Television (Cultivation Theory Perspective). Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2). 31-42.
Syafrizaldi, S. (2022). Teori Kultivasi dalam Perspektif Psikologi. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences, 4(3), 1905-1912.
The Korea Foundation. (5 April 2024). 2023 Analysis of Global Hallyu Status. Diakses tanggal 14 April 2024, dari https://issuu.com/the_korea_foundation/docs/0402_global_hallyu_status_eng
Triyono, Agus. (2021). Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Dikutip dari https://webadmin-ipusnas.perpusnas.go.id/ipusnas/publications/books/186276/
Tyas, S. P., Azzahra, N., Ifada, B. M., & Fajarwati, N. K. (2024). Peran Komunikasi Persuasif Dalam Media Sosial. SABER: Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi, 2(2), 16-22.
Valenciana, C., & Pudjibudojo, J. K. K. (2022). Korean Wave; Fenomena budaya pop Korea pada remaja milenial di Indonesia. Jurnal Diversita, 8(2), 205-214.
Vardiansyah, D. (2018). Kultivasi Media dan Peran Orangtua: Aktualisasi Teori Kultivasi dan Teori Peran dalam Situasi Kekinian. Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 15(1). 64-78.
Wahyudi, Sugeng. Fadel, Ahmad. (2023). Kampanye Politik Anies Baswedan Melalui Twitter Sebagai Calon Presiden Pada Generasi Z. Journal of Goverment, 8(2), 109-119.