Strategi Pemerintah Desa dalam Implementasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu

Main Article Content

Maria Ervina Taek Sikone
Aris Lambe
Hildigardis M. I. Nahak
Yos E. Jelahut

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemerintah desa dalam mengimplementasikan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah desa dalam implementasi STBM dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu perencanaan dan penganggaran, sosialisasi dan edukasi, pelaksanaan program, serta monitoring dan evaluasi. Strategi tersebut melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, Badan Permusyawaratan Desa, dan masyarakat sebagai aktor utama dalam mendorong perubahan perilaku sanitasi. Implementasi program telah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi yang layak, meskipun masih dijumpai berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana sanitasi, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, dan perlunya penguatan pendampingan secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi STBM dipengaruhi oleh sinergi antaraktor, komitmen pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sikone, M. E. T., Lambe, A., Nahak, H. M. I., & Jelahut, Y. E. (2026). Strategi Pemerintah Desa dalam Implementasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(8), 4304–4312. https://doi.org/10.56799/jim.v5i8.20109
Section
Articles

References

Adi, I. R. (2007). Intervensi komunitas: Pengembangan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. PT RajaGrafindo Persada.

Ali, M. N. (2018). Partisipasi masyarakat dalam mengembangkan kepariwisataan Desa Kersik menuju desa wisata di Kecamatan Marangkayu.

Benu, F., & Muskanan, M. W. (2022). Community participation and sustainable tourism development model in Komodo National Park.

Dwiningrum, S. I. A. (2011). Desentralisasi dan partisipasi masyarakat dalam pendidikan. Pustaka Pelajar.

Echols, J. M., & Shadily, H. (2000). Kamus Inggris–Indonesia: An English–Indonesian dictionary. PT Gramedia Pustaka Utama.

Hadi, S. (1996). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.

Hartono. (1974). Pengantar ilmu pariwisata. Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Ismayanti. (2010). Pengantar pariwisata. PT Grasindo.

Jalal, F., & Supriadi, D. (2001). Reformasi pendidikan dalam konteks otonomi daerah. Adicita Karya Nusa.

Kalsoem, C. D. M. (1988). Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat. Ghalia Indonesia.

Koentjaraningrat. (1987). Metode dan teknik penelitian masyarakat. Gramedia.

Kusmayadi, & Ervina. (1999). Pengembangan pariwisata objek wisata Pantai Sigandu Kabupaten Batang. Universitas Diponegoro.

Mak, B. K. L., & Cheung, L. T. O. (2024). Community participation in the decision-making process for sustainable tourism development in rural areas of Hong Kong, China.

Mill, R. C. (2000). Tourism: The international business. PT Grafindo Pustaka.

Muda, F. P. (2022). Community participation in Indonesian sustainable tourism: A systematic review of models, impacts, and gaps.

Ndraha, T. (1982). Partisipasi dalam pembangunan. LP3ES.

Oakley, P. (1991). Projects with people: The practice of participation in rural development. International Labour Office.

Oetomo. (1980). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sosial. Ghalia Indonesia.

Palimbunga, I. P. (2020). Bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata di Kampung Wisata Tablanusu Kabupaten Jayapura Provinsi Papua.

Pendit, N. S. (1994). Ilmu pariwisata. Pradnya Paramita.

Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 2 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA).

Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) Tahun 2010–2025.

Pitana, I. G., & Diarta, I. K. S. (2009). Pengantar ilmu pariwisata. Andi.

Rahmanda, V., et al. (2019). Partisipasi masyarakat lokal dalam mengembangkan objek wisata di Pantai Salido Kecamatan IV Jurai Pesisir Selatan.

Roesli, U. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004. Pustaka Widyatama.

Sastropoetro, S. (1988). Partisipasi, komunikasi persuasif, dan disiplin pembangunan nasional. Alumni.

Smith, V. L. (1989). Hosts and guests: The anthropology of tourism. University of Pennsylvania Press.

Soetrisno, L. (2004). Menuju masyarakat partisipatif. Kanisius.

Spillane, J. J. (1985). Ekonomi pariwisata: Sejarah dan prospeknya. Kanisius.

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sumampouw, M. (2004). Perencanaan darat-laut yang terintegrasi dengan menggunakan spasial yang partisipatif. Dalam J. Rais et al. (Ed.), Menata ruang laut terpadu (hlm. 91–117). Pradnya Paramita.

Sumaryadi, I. N. (2010). Sosiologi pemerintahan. Ghalia Indonesia.

Suqiyah. (2001). Klasifikasi partisipasi. http://sacafirmansyah.wordpress.com/2009/06/05

Suryadana, M. L., & Octavia, V. (2015). Pengantar pemasaran pariwisata. Alfabeta.

Suryono, A. (2001a). Ekonomi politik pembangunan dalam perspektif teori ilmu sosial.

Suryono, A. (2001b). Teori dan isu pembangunan. Universitas Negeri Malang Press.

Suwantoro, G. (1997). Dasar-dasar pariwisata. Andi.

Tahwin, M. (2003). Pengembangan objek wisata sebagai sebuah industri. Gemawisata, 1.

Tangkilisan, H. N. S. (2005). Manajemen publik. Grasindo.

Teguh Yuwono. (2001). Manajemen otonomi daerah. Pusat Kajian Otonomi Daerah dan Kebijakan Publik Universitas Diponegoro.

Tilaar, H. A. R. (2009). Kekuasaan dan pendidikan: Kajian manajemen pendidikan nasional dalam pusaran kekuasaan. Rineka Cipta.

Tjokroamidjojo, B. (1982). Pengantar administrasi pembangunan. LP3ES.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Vredenbregt, J. (1987). Metode dan teknik penelitian masyarakat. Gramedia.

Wahab, S. (1997). Pemasaran pariwisata. Pradnya Paramita.

Whelan, T. (1991). Nature tourism. Island Press.

Yoeti, O. A. (1996). Pengantar ilmu pariwisata. Angkasa.

Yoeti, O. A. (2008). Ekonomi pariwisata: Introduksi, informasi, dan aplikasi. Kompas.

Yulianti. (2006). Partisipasi masyarakat dalam perbaikan dan pemeliharaan lingkungan permukiman di Kelurahan Batu Sembilan Kecamatan Tanjung Timur (Tesis Magister). Universitas Diponegoro.

Similar Articles

<< < 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.