Fenomena Culture Shock pada Mahasiswa Udayana Asal Papua di Kota Denpasar Natalia Melanesia Pagawak
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini membahas fenomena culture shock yang dialami mahasiswa Universitas Udayana asal Papua di Kota Denpasar. Perbedaan budaya, bahasa, pola komunikasi, lingkungan sosial, serta sistem pendidikan antara Papua dan Bali menjadi faktor utama yang memengaruhi proses adaptasi mahasiswa Papua selama menjalani kehidupan akademik dan sosial di Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh culture shock terhadap kehidupan akademik dan hubungan sosial mahasiswa Papua, serta strategi yang mereka lakukan untuk mengatasi pengaruh tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan mini etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Informan adalah mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Universitas Udayana dan tinggal di asrama mahasiswa Papua di Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Papua mengalami berbagai bentuk culture shock, seperti kesulitan komunikasi, perbedaan gaya interaksi sosial, tekanan akademik, stereotip negatif, serta rasa keterasingan di lingkungan baru. Kondisi tersebut memengaruhi rasa percaya diri, hubungan sosial, dan proses belajar mahasiswa. Mahasiswa Papua juga mengembangkan berbagai strategi adaptasi, seperti membangun solidaritas komunitas di asrama, mengikuti organisasi mahasiswa, dan meningkatkan kemampuan komunikasi. Keberadaan asrama mahasiswa Papua berperan penting sebagai ruang dukungan sosial dan kultural. Penelitian ini menerapkan teori komunikasi antarbudaya dari Carley H. Dodd yang menjelaskan bahwa culture shock bukan hanya persoalan psikologis individu, tetapi juga berkaitan dengan dinamika komunikasi antarbudaya, lingkungan sosial, dan dukungan institusional dalam menciptakan ruang pendidikan tinggi yang inklusif dan multikultural.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abbasian. (2013). Culture shock and intercultural communication.
Astari, dkk. (2020). Adaptasi sosial budaya mahasiswa Papua di Universitas Udayana Denpasar.
Berry, J. W. (1997). Immigration, acculturation, and adaptation. Applied Psychology: An International Review, 46(1), 5–34.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Laporan migrasi internal dan statistik pendidikan Kota Denpasar.
Dayaksini, T. (2004). Psikologi lintas budaya. Malang: UMM Press.
Devinta, M. (2016). Fenomena culture shock pada mahasiswa perantau di perguruan tinggi.
Dodd, C. H. (2001). Dynamics of intercultural communication. McGraw-Hill Higher Education.
Faridah. (2019). Adaptasi sosial mahasiswa perantau di lingkungan kos dan ruang publik.
Furnham, A., & Bochner, S. (1986). Culture shock: Psychological reactions to unfamiliar environments. Methuen & Co.
Jamlean, Wirawan, & Yasa. (2021). Pola adaptasi sosial budaya mahasiswa afirmasi Papua di lingkungan kampus UNDIKSHA (Singaraja).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Laporan adaptasi mahasiswa daerah afirmasi.
Liliweri, A. (2018). Prasangka, konflik, dan komunikasi antarbudaya. Jakarta: Kencana.
Mustika, dkk. (2022). Ekologi sosial kampus dan pengalaman adaptasi budaya mahasiswa.
Nasution, & Safuwan. (2022). Tantangan komunikasi dan adaptasi sosial mahasiswa Papua di luar daerah.
Oberg, K. (1960). Culture shock: Adjustment to new cultural environments. Practical Anthropology, 7(4), 177–182.
Oetomo. (2018). Migrasi dan perubahan pola konsumsi mahasiswa perantau.
Spradley, J. P. (2007). Metode etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Universitas Udayana. (2023). Profil dan data statistik mahasiswa Universitas Udayana.
Wahyuni, & Ningindah. (2023). Hambatan komunikasi antarbudaya pada mahasiswa perantau.
Wanggai, & Suprapto. (2021). Mahasiswa Papua sebagai agen perubahan dan identitas budaya.
Ward, C., Bochner, S., & Furnham, A. (2001). The psychology of culture shock. Routledge.