Makna Sosial Pemberian Sangu Dalam Tradisi Lebaran Masyarakat Pesanggaran Banyuwangi

Main Article Content

Suwono Suwono
Daroe Iswatiningsih

Abstract

Tradisi pemberian sangu pada momen Hari Raya Idul Fitri merupakan praktik budaya yang mengandung lapisan makna sosial kompleks di luar nilai ekonominya yang tersurat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis makna sosial, fungsi kultural, serta dimensi resiprositas yang terkandung dalam tradisi pemberian sangu di kalangan masyarakat Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif bertipe fenomenologi sosial dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi sangu berfungsi sebagai mekanisme resiprositas yang memperkuat solidaritas komunal, wahana transmisi nilai budaya lintas generasi, sekaligus ekspresi sinkretisme antara ajaran Islam dan kearifan lokal. Tradisi ini turut berperan dalam pembentukan identitas komunal serta penegasan hierarki sosial yang konstruktif. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi dan digitalisasi, esensi sangu sebagai bahasa sosial berbasis kasih sayang dan resiprositas tetap terjaga. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian tradisi lokal sebagai mekanisme reproduksi sosial yang relevan di tengah perubahan zaman.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Suwono, S., & Iswatiningsih, D. (2026). Makna Sosial Pemberian Sangu Dalam Tradisi Lebaran Masyarakat Pesanggaran Banyuwangi. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(9), 4441–4451. https://doi.org/10.56799/jim.v5i9.18202
Section
Articles

References

Ayu, C., Ramadhani, F., Sadewo, F. X. S., & Mubaroka, K. U. (2022). Petik Laut as Cultural Resilience : Balancing Tradition and Modern Life in the Coastal Community of Banyuwangi , Indonesia.

Habiburrahman, L. (2022). Telaah Makna Pendidikan Islam Dalam Ritual Adat Lebaran Tinggi Pada Komunitas Adat “ Wetu Telu ” Di Bayan Lombok Utara. 6(1), 1994–2002.

Hanifah, A. N., Suprijono, A., Sarmini, & Imron, A. (2022). Internalisasi Makna Simbolik Nilai Etnopedagogi Tradisi Lebaran Ketupat Pada Pembelajaran IPS Untuk Penguatan Kompetensi. 2(2), 131–143.

Hidaya, A. Al. (2023). Internalisasi Solidaritas Sosial dan Nilai-Nilai Islam melalui Tradisi Weweh. 2(2).

Japarudin. (2023). Fenomena Dan Nilai-Nilai Tradisi Mudik Lebaran. 17(3), 2034–2045.

Kasmiati, Iswatiningsih, D., Kurniawan, A. Y., & Rosyidah, U. (2025). ANALISIS PEMAKNAAN PADA TARIAN THENGUL MASYARAKAT BOJONEGORO. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(1), 175–184. https://doi.org/10.23960/simbol.v13i1.457

Nuha, H. F. (2024). Panggung keberagaman: mengulik divergensi tradisi dalam perayaan idul fitri di yogyakarta dan banyuwangi. https://doi.org/10.21776/ub.sbn.2024.008.01.06

Prastowo, I., Kusumo, H., Prasetyo, E., Nurusman, A. A., & Khoirunnisa, R. M. (2024). Diversity of Indonesian Lebaran dishes : from history to recent business perspectives. Journal of Ethnic Foods. https://doi.org/10.1186/s42779-024-00257-z

Qamar, B., & Iswatiningsih, D. (2026). KAJIAN RITUAL DAN SIMBOLIK MAKAM JISARA SEBAGAI RUANG SAKRAL DALAM BUDAYA MASYARAKAT KEPULAUAN KANGEAN. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 14(1), 189–200. https://doi.org/10.23960/simbol.v14i1.1596

Ramadhani, A. (2025). TRADITION OF EID AL-FITR ALMSGIVING : IMPLEMENTATION IN COMMUNITY LIFE IN THE VILLAGE OF TANAH PERIUK. 14(4), 3179–3188.

Rohmah, R. A., Pengaraian, U. P., Pengaraian, U. P., Village, M. M., District, R. S., Meaning, S., & Sosial, M. (2023). Makna sosial tradisi nyumbang dalam berbagai hajatan di desa masda makmur. 1–16.

Roohi, S., Larouche, C., & Vevaina, L. (2023). Transnational Giving and Evolving Religious , Ethnic and Political Formations in the Global South. 24(3), 303–315. https://doi.org/10.1177/14661381221134434

Setiawan, E., & Brawijaya, U. (2022). Potret resiprositas tradisi nyumbang pada perempuan perdesaan di desa kalipait banyuwangi. 4(1), 1–12.

Setiawan, M. R., & Suderajat, A. (2024). Motif Budaya Resiprositas Masyarakat Pedesaan dalam Kehidupan Sosial. 26(1), 36–41.

Sriyana. (2024). Makna Simbolik Dan Kultural Tradisi Lebaran Ketupat Bagi Masyarakat Jawa. 6, 120–132.

Tazkiyah, D. (2022). Adaptasi Tradisi Angpao Saat Hari Raya Lebaran Di Purwokerto: Perspektif Teori Agil Talcott Parsons. Jurnal Cakrawala Mandarin, 6(1), 76–85.

Wibiksana, M. A., Arindawati, W. A., & Oxcygentri, O. (2025). Merchandise sebagai Media Komunikasi Simbolik: Studi Fenomenologis pada Komunitas Aksi Kamisan. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Humaniora, 9(4), 2093–2099.

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.