Analisis Kebertahanan Guru Honorer Sekolah Dasar di Kecamatan Sukasari: Perspektif Teori Dua Faktor Herzberg
Main Article Content
Abstract
Dalam penelitian ini, disoroti fenomena ketenagakerjaan di kalangan guru honorer. Meskipun upah yang diterima guru honorer jauh dari standar kelayakan hidup, mereka tetap menunjukkan loyalitas dan dedikasi yang tinggi dalam mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kebertahanan guru honorer tersebut berdasarkan perspektif Teori Dua Faktor Herzberg. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis secara mendalam pengalaman sebelas guru honorer di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sukasari melalui narasi yang mereka sampaikan. Melalui analisis yang dilakukan, ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan Teori Dua Faktor Herzberg. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ketidakpuasan yang sangat tinggi merupakan akibat dari buruknya faktor hygiene, seperti upah yang rendah dan lambatnya proses birokrasi pencairan dana. Meskipun demikian, hal tersebut berhasil diatasi oleh kuatnya faktor motivator intrinsik yang berasal dari panggilan jiwa dan kebanggaan moral dalam mendukung keberhasilan siswa. Selain itu, kebijakan kepala sekolah yang memberikan kebebasan kepada guru untuk mencari penghasilan tambahan terbukti menjadi strategi adaptasi yang efektif dalam memperkuat kebertahanan mereka. Melalui penelitian ini, ditegaskan bahwa penghargaan secara psikologis yang didapatkan guru seharusnya tidak dijadikan alasan untuk mengabaikan hak finansial mereka. Maka dari itu, reformasi manajemen birokrasi harus segera dilakukan, terutama terkait ketepatan waktu pencairan dana pendidikan, guna menjamin kesejahteraan dan keadilan tenaga pendidik nonpermanen.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ahlström, B., Leo, U., Norqvist, L., & Isling, P. T. (2019). School wellness and well-being initiatives. In New understandings of teacher’s work: Emotions and educational change (pp. 115–130). Springer.
Anggraini, A. S. P., Wibowo, D., & Setiawan, R. (2020). Pengaruh passion mengajar dan komitmen tugas terhadap loyalitas kinerja guru honorer. Jurnal Dinamika Pendidikan, 15(3), 211–225.
Bagaskara, A., Sahrudin, R., Mutmainnah, S. N., Cahyadi, S. F. F., Nursyabana, M. F., & Parhan, M. (2025). Guru honorer dan ketidakadilan struktural dalam sistem pendidikan Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 62–66.
Bouizzal, F., Guider, H., El Mourabit, M., El Madhi, Y., & Ouahidi, M. L. (2024). Job precarity impacts the mental health of contractual teachers in Morocco: Between fatigue and psychological distress. The Pan African Medical Journal, 48(157). https://doi.org/10.11604/pamj.2024.48.157
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Firdaus, M., Syafitri, E., & Hendri, P. (2025). Kompensasi dan implikasinya terhadap peningkatan kinerja guru. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Evaluasi, 12(1), 45–58.
Ghozali, M., Ekawati, D., & Munastiwi, E. (2022). Analisis pengelolaan tunjangan guru honorer: Studi Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah. Jurnal Sustainable, 5(2), 299–307.
Gunawan, G., & Hendriani, W. (2019). Hubungan antara kebersyukuran dengan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada guru honorer. Jurnal Psikologi, 4(1), 105–113.
Maharani, M., Zakaria, Z., & Rasmi, M. R. (2020). Pengaruh pemberian kompensasi terhadap peningkatan kinerja guru honorer. Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(2), 165–173. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v10i2.996
Merdja, J., & Seto, S. (2020). Pengaruh pemberian gaji terhadap motivasi kerja dan profesionalisme guru honor. Pedagogika, 11(1), 42–48. https://doi.org/10.37411/pedagogika.v11i1.135
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Pamungkas, D. A. D., & Wibowo, D. H. (2024). Penerimaan diri dan kesejahteraan subjektif pada guru honorer. Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru, 7(1), 75–84.
Pitriyani, A., Sanda, Y., Remi, S. N., Yesepa, & Mulawarman, W. G. (2022). Sistem kompensasi dalam menjamin kesejahteraan guru honorer di Sekolah Menengah Pertama Negeri. Jurnal Basicedu, 6(3), 4004–4015.
Prihutami, R. B., & Rahmiati, A. (2024). Pengaruh gaji honorer terhadap motivasi dan produktivitas guru sekolah dasar negeri Kecamatan Blimbing Malang. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1), 7050–7061. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.8656
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational behavior (18th ed.). Pearson.
Saputra, M. A. D. C., Saputri, S. C. A., & Bimantara, D. (2023). Hak gaji guru honorer berdasarkan aspek keadilan dan HAM. AL-MIKRAJ: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 4(1), 796–805.
Sariwulan, T., Agung, I., Sudrajat, U., & Atmadiredja, G. (2019). The influence of job expectation, job satisfaction, and government policy towards the work stress, job enthusiasm and continuance commitment of the honorarium teacher. Universal Journal of Educational Research, 7(3), 735–745.
Siburian, G. (2024). Analisis kebijakan remunerasi guru honorer. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 29456–29461.
Simatupang, M. (2022). Peran passion for teaching sebagai moderator terhadap pemberian kompensasi dan loyalitas kerja guru honorer. Jurnal Psikologi, 20(1), 17–25.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Alfabeta.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.