Representasi Kematian dalam Perspektif Semantik Kognitif: Analisis Cerpen Karya Sasti Gotama
Main Article Content
Abstract
Representasi kematian dalam karya sastra tidak hanya merefleksikan peristiwa biologis, tetapi juga mengonstruksi makna simbolik, emosional, dan kultural yang dipengaruhi oleh pengalaman manusia. Meskipun tema kematian telah banyak dikaji dalam kritik sastra, pendekatan semantik kognitif untuk menjelaskan konseptualisasi makna kematian dalam teks sastra masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konseptualisasi makna kematian dalam cerpen Everything That Is Dead Must Be Buried melalui perspektif semantik kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis satuan-satuan lingual yang merepresentasikan kematian melalui identifikasi representasi leksikal, metafora konseptual, dan skema kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian dikonsepsikan sebagai kepulangan, tidur, trauma kolektif, dan ruang spiritual yang dibangun melalui pengalaman tubuh (embodied experience), memori budaya, dan konteks sosial. Metafora konseptual tersebut memperlihatkan bahwa makna kematian bersifat dinamis dan kontekstual, bukan sekadar representasi leksikal. Temuan ini memperkaya kajian semantik kognitif dalam sastra sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan bahan ajar semantik berbasis teks sastra di pendidikan tinggi.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ahmadi, A. (2019). Narasi kematian dalam fiksi Indonesia modern: Perspektif psikologi kematian. Lingua Scientia, 11(1), 27–40. https://doi.org/10.21274/ls.2019.11.1.27-40
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Evans, V., & Green, M. (2006). Cognitive linguistics: An introduction. Edinburgh University Press.
Ilma, A. A., & Bakhtawar, P. (2020). Memaknai upacara kematian dalam bingkai lokalitas budaya Indonesia: Studi kasus tiga cerpen pilihan Kompas. Suluk, 2(1), 14–22. https://doi.org/10.15642/suluk.2020.2.1.14-22
Kövecses, Z. (2010). Metaphor, language, and culture. DELTA: Documentação de Estudos em Linguística Teórica e Aplicada, 26(Special Issue), 739–757. https://doi.org/10.1590/S0102-44502010000300017
Lakoff, G., & Johnson, M. (2003). Metaphors we live by (Rev. ed.). The University of Chicago Press.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Rakhmayanti, F., Pritanova, N., & Damayantie, A. R. (2024). Analisis makna kematian bagi masyarakat Toraja dalam cerpen Tubuh Tarra, Dalam Rahim Pohon. Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan, 8(1). https://doi.org/10.26418/jurnalkpk.v8i1.78672
Roosmawanto, N. B. K., & Apriyani, T. (2025). Mitos kematian sebagai alat dekonstruksi nilai: Analisis semiotika Roland Barthes pada naskah drama Bulan Bujur Sangkar karya Iwan Simatupang. Jurnal Bahasa dan Sastra, 13(1). https://doi.org/10.24036/jbs.v13i1.133077
Sardaraz, K., & Ali, R. (2019). A cognitive-semantic approach to the interpretation of death metaphor themes in the Quran. Journal of Nusantara Studies (JONUS), 4(2), 219–246. https://doi.org/10.24200/jonus.vol4iss2pp219-246