Analisis Alokasi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional

Main Article Content

Kaymeeloa Vipassana Ramadhani
Ilma Hanif
Eva Hany Fanida
Melda Fadiyah Hidayat

Abstract

Stunting dan permasalahan pemenuhan gizi masih menjadi tantangan berkelanjutan di Indonesia. Di sisi lain, konflik global yang berkepanjangan berpotensi memicu krisis pangan sehingga memperkuat urgensi pemerintah dalam mengambil langkah strategis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjadikan ketahanan pangan sebagai agenda nasional melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedua, yaitu Zero Hunger. Namun, implementasi program tersebut menimbulkan perdebatan terkait prioritas fiskal akibat indikasi realokasi anggaran yang berpotensi memengaruhi sektor pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan ketahanan pangan dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami secara mendalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berperan dalam menekan angka stunting dan mengurangi beban konsumsi rumah tangga, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi. Akan tetapi program ini, masih menghadapi tantangan pada aspek prioritas anggaran dan keberlanjutan kebijakan. Oleh karena itu, evaluasi kebijakan diperlukan agar program berjalan efektif tanpa mengorbankan sektor pembangunan lainnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ramadhani, K. V., Hanifa, I., Fanida, E. H., & Hidayat, M. F. (2026). Analisis Alokasi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(7), 2276–2280. https://doi.org/10.56799/jim.v5i7.17591
Section
Articles

References

Apriliani, B. (2026, January 13). Hasil pertanian lokal Kebumen diserap dapur MBG, petani diuntungkan. Kompas.com.

Aditya, N. R. (2025, April 29). MBG dinilai ganggu ekosistem ekonomi sekolah, ICW sarankan kantin dirangkul. Kompas.com.

Badan Gizi Nasional. (2026, February 24). BGN ingatkan anggaran bahan makan MBG Rp8.000–Rp10.000, bukan Rp15.000. https://bgn.go.id

Badan Gizi Nasional. (2025, October 1). MBG jadi penggerak ekonomi dan kedaulatan pangan. https://bgn.go.id

Hulu, A. (2026, April 14). Optimalkan pelayanan, kepala SPPG monitoring penyaluran MBG di MTsN Nisel. RRI. https://rri.co.id

Kiftiyah, A., Palestina, F. A., Abshar, F. U., & Rofiah, K. (2025). Program makan bergizi gratis (MBG) dalam perspektif keadilan sosial dan dinamika sosial-politik. Jurnal Keindonesiaan, 2(1), 45–59.

Kurniawan, F. K. C. (2025, October 13). Penjualan kantin di SDN Pulogebang turun sejak program MBG berjalan. Kompas.com.

Waluyo, S. D. (2025). Kebijakan makanan bergizi gratis: Tinjauan ekonomi politik dalam kesejahteraan dan ketahanan pangan. Deepublish.

Wibisono, M. I., & Santosa, S. (2025). Implementasi program makan bergizi gratis dalam meningkatkan ketahanan gizi pelajar di Indonesia. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (Riggs), 4(2), 115–128.

Yuliana, A., Saputra, A. S., Fadilla, R., Rahmawati, N., & Fatianingsih, Q. (2025). Implementasi program makan bergizi gratis (MBG) di berbagai wilayah di Indonesia dalam meningkatkan kesehatan dan status gizi anak: Studi literatur. Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 3(2), 88–102.

Zulaika, N., Lestari, D., & Istiqomah, H. (2025). Tantangan implementasi dan akuntabilitas anggaran program makanan bergizi gratis (MBG) berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 4(1), 55–72.

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)